Breaking News:

Puisi

Puisi Dua Stoples Kenangan Andi Gunawan

Puisi Dua Stoples Kenangan Andi Gunawan: Dua Stoples Kenangan Senin yang dingin membuatku malas mencuci muka. Sebuah ingatan

Penulis: iam | Editor: abduh imanulhaq
INSTAGRAM/NDIGUN
andi gunawan penyair 

Puisi Dua Stoples Kenangan Andi Gunawan

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Dua Stoples Kenangan Andi Gunawan:

Dua Stoples Kenangan


Senin yang dingin membuatku malas mencuci muka. Sebuah ingatan
terpaksa tinggal lebih lama. Ingatan tentang Senin yang luka oleh aku
yang muda dan terburu-buru.


Tidak lama kau menjadi kupu-kupu di rumahku sebelum
berterbangan di bukit luas bernama masa lalu. Di sana, kau sibuk
mengitari bayang-bayang yang lebih gelap dari padam lampu. Menari
di atas danau kenangan yang lebih keruh dari keluh janda-janda kota.


Saat sedang lelah di pucuk rendah pinus aku berhasil memeluk dan
membawamu pulang. Pelukan yang asing dan asin sebab kau tak
berhenti menangis sepanjang jalan ke rumahku. Rumah bercat putih
pudar membosankan berbau apak.


Jendela-jendala berkarat dan segala pintu kututup rapat sebab aku
enggan menaruhmu dalam stoples kaca. Satu-satunya stoples bekas
isi nastar pemberian seorang yang dulu mengaku kekasihku. Seorang
yang dibawa pergi kupu-kupu dari taman bunga yang tak pernah
kukunjungi.


Sejak hari itu kau selalu beterbangan di dalam rumahku. Menyinggahi
apa saja. Pigura-pigura berdebu bergambar senyum yang telah
dimakamkan. Ranjang berlubang mahasepi. Juga gelas piring sendok
yang selalu kucuci sendiri setelah menu-menu hambar tertelan. Aku
berpikir kau telah mengenalku dengan sangat baik dari setiap sisi
rumahku yang kausinggahi.


Lalu Senin malam yang lapar dan pasar kerlap-kerlip di pusat kota
menggodaku. Setelah mengunci pintu aku berlari menuju ramai pasar
malam. Tak kutemukan apa-apa di sana selain kesunyian yang lain
dan stoples baru berwarna biru tembus pandang untukmu.


Aku pulang memandang cat putih semakin pudar dan rumah
diserang hawa dingin mahadahasyat. Aku lupa menutup jendela dan
dua stoples tak cukup menampung air mata.


2012

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved