Breaking News:

Cukai Rokok Naik, Akankah Konsumen Beralih ke Rokok Ilegal?

Harga rokok resmi naik pada tahun 2022 ini. Kenaikan tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Rokok ilegal yang dibakar saat pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC), di Kantor Bea Cukai Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga rokok resmi naik pada tahun 2022 ini.

Kenaikan tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.

Adapun secara rata-rata, kenaikan tarif CHT sebesar 12 persen.


Kenaikan tarif cukai rokok di atas 10 persen ini dinilai tidak tepat bagi pelaku usaha industri hasil tembakau (IHT). Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Azami Mohammad menilai, keputusan ini justru akan memberikan dampak besar, di antaranya yakni semakin terbukanya celah bagi peredaran rokok ilegal.


"Saya berani iris telinga kalau nanti rokok ilegal akan sangat tinggi peredarannya.
Itu soal rokok ilegal yang akan menjadi dampak terbesarnya, karena secara konsumsi tidak akan turun. Justru konsumen akan mencari alternatif. Ini sebenarnya malah justru nanti pemerintah punya PR banyak untuk menekan peredaran rokok ilegal," kata Azami saat dihubungi tribunjateng.com, Selasa (4/1/2022).


Azami menyebutkan, pihaknya sendiri melihat bahwa kenaikan cukup tinggi adalah pada sektor sigaret kretek mesin (SKM). Adapun dikatakan, edaran rokok ilegal ada pada produksi mesin.


Ketika SKM naik tinggi terutama pada golongan 2, menurutnya, hal itulah yang menjadi celah bagi rokok ilegal untuk mencari market.
 

"Sementara kalau kita bilang bahwa kenaikan cukai akan menekan konsumsi rokok, itu tidak pernah juga terbukti karena yang ada konsumen akan turun ke golongan lebih rendah atau mencari rokok ilegal yang murah yaitu rokok tanpa cukai.


Ini sebenarnya malah justru nanti pemerintah punya PR banyak untuk menekan peredaran rokok ilegal," sambungnya.


Azami mengatakan, pemerintah seharusnya lebih bijak dalam menentukan kenaikan tarif cukai rokok ini. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, ia menilai pemerintah tidak memperhitungkan dampak pelemahan ekonomi yang terjadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved