Breaking News:

Berita Semarang

Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi, Dinkop dan UMKM Jawa Tengah Gelar Pelatihan Berbasis Inkubasi

Dinas Koperasi dan UMKM Jateng berikan perhatian khusus dalam pemulihan ekonomi.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Webinar dalam rangka kegiatan pemulihan ekonomi pasca pandemi yang digelar oleh Dinkop UKM Jateng, Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian khusus dalam pemulihan ekonomi pasca badai pandemi covid-19.

Untuk memulihkan ekonomi di Jawa Tengah, Dinkop dan UMKM Jawa Tengah menggunakan pola pelatihan dan pendampingan yang terstruktur berbasis inkubasi.

Emma Rachmawaty, Kepala Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Jawa Tengah, mengatakan pembuatan inkubator usaha merupakan amanah dari UU Cipta Kerja.

"Saya berharap setiap kabupaten kota dapat mengusulkan kepada Bappeda untuk memasukkan konsep inkubasi ke RPJMD. Minimal setidaknya sudah mulai melakukan sinkronisasi dengan membuat inkubasi di setiap kota,” ujar Emma saat rapat koordinasi sinkronisasi pelatihan antar OPD yang dilakukan secara daring, Selasa (14/12/2021)

Menurut Emma, tujuan dari inkubasi selain untuk pemetaan potensi lokal, juga untuk membentuk dan mengubah pola pikir para pelaku usaha dan tidak semata pengayaan materi teknis usaha saja.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri pula oleh 35 kepala dinas dan perwakilan ini ikut hadir Hatta Hatnansya Yunus, selaku Kepala Balatkop yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Teknologi (INWINOV) Jawa Tengah.

Serta Bio Hadikesuma, Former Rumah Kreatif Jogja sekaligus Konsultan Inkubator Kementerian Perindustrian dan Khaleed Hadi Pranowo, Pendiri Impala Network sekaligus Direktur Hetero Incubator Jawa Tengah.

Hatta memaparkan uji coba inkubasi di Balatkop menjadi satu di antara bukti dalam memberikan imun bagi para pelaku usaha, khususnya ketika program ini berhasil menyerap 306 tunakarya ketika PPKM.

Beberapa pemaparan terkait kebijakan baru dari kementrian juga disampaikan Hatta kepada para peserta.

Seperti standarisasi pelaksanaan pelatihan DAK, penyeragaman level peserta pelatihan, serta beberapa hal lain dari penggunaan DAK yang tidak diperkenankan. 

“Ada hal baru yang diatur dalam penggunaan anggaran DAK dimana anggaran tersebut harus terfokus kepada pelatihan dan pendampingan di Kab/Kota. Sedangkan di tingkat Provinsi akan ketambahan dengan Konsultasi dan Pendampingan Hukum,” paparnya.

Emma berharap seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah pada tahun 2022 bisa segera merevisi RKA yang sudah dibuat dan menyesuaikan aturan yang baru.

"Berkolaborasilah dengan para mitra agar pelatihan yang ada di kab/kota bisa sinkron dengan provinsi dan pusat seperti yang sudah kami lakukan bersama Mas Bio dan Mas Khaleed agar pemulihan ekonomi bisa segera tercapai,' tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved