Breaking News:

Berita Semarang

Tiap Kelurahan di Semarang Dapat Anggaran Rp 50 Juta untuk Pemberdayaan Perempuan

Setiap kelurahan di Kota Semarang mendapatkan anggaran sebesar Rp 50 juta untuk program pemberdayaan perempuan dan anak.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi menghadiri kegiatan musyawarah Sang Puan (Sayang Perempuan dan Anak) di Kelurahan Mugassari, Semarang Selatan, Selasa (4/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setiap kelurahan di Kota Semarang mendapatkan anggaran sebesar Rp 50 juta untuk program pemberdayaan perempuan dan anak.

Agar anggaran dapat dimanfaatkan dengan baik, Pemerintah Kota Semarang menggelar kegiatan musyawarah Sang Puan (Sayang Perempuan dan Anak).

Kegiatan musyawarah ini diselenggarakan di setiap kelurahan, satu diantaranya di Kelurahan Mugassari, Semarang Selatan, Selasa (4/1/2022).

Baca juga: Bocor di Media Sosial, Sosok Pria Besar Diduga Striker Baru PSIS Semarang

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Kudus Sudah 100 Persen, Protokol Kesehatan Harus Dijalankan

Baca juga: Kota Tegal Mulai PTM Secara 100 Peren, Disdikbud: Tapi Belum Semua

Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengatakan, musyawarah Sang Puan untuk memunculkan aspirasi perempuan dalam pembangunan.

Dia mendorong perempuan bisa memahami perencanaan anggaran sehingga anggaran yang telah disiapkan oleh pemkot untuk kaum perempuan dan anak bisa terserap dengan baik.

"Dengan adanya kegiatan ini memicu perempuan untuk mengeluarkan apa yang jadi pendapatnya, apa yang jadi kebutuhan di wilayahnya untuk nantinya dimasukkan dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang)," papar Tia Hendi, sapaannya.

Menurutnya, kebutuhan pemberdayaan perempuan di setiap wilayah berbeda. Anggaran sebesar Rp 50 juta per kelurahan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah, misalnya program pelatihan, sosialisasi yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Dia mengingatkan, anggaran tersebut tidak diperkenankan untuk pengadaan, misalnya pengadaan seragam tidak boleh masuk dalam anggaran.

Camat Semarang Selatan, Ronny Tjahjo Nugroho menambahkan, rembug perempuan di kecamatannya sudah berjalan di empat kelurahan.

Masih ada enam kelurahan yang akan menyelenggarakan secara bergantian. Sang Puan ini membahas usulan dari perempuan baik PKK, FKK, Gerai Kopimie, LPMK, dan lembaga lainnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Baca juga: Kisah Sedih Mbah Katimin, Anak Kambing Miliknya Dibawa Kabur Pembeli Seusai Dijanjikan Rp 1 Juta

Baca juga: Doa Agar Tidak Gugup Anjuran Nabi Musa AS Lengkap Arab Latin dan Artinya

Baca juga: Kronologi 3 Warga Jember Terkena Semburan Bisa Ular Kobra Tepat di Mata, Begini Kondisi Mereka

"Rembug perempuan ini dilandasi pemikiran bahwa selama ini pelaku pembangunam lebih didominasi kaum laki-laki sehingga Ibu Tia punya pemikiran agar perempuan mempunyai porsi yang sama dalam pembangunan," paparnya.

Lurah Mugassari, Yumni Astuti mengatakan, ada banyak usulan dari kaum perempuan di wilayah yang dipimpinnya.

Satu diantaranya, Karang Taruna mengusulkan ada kegiatan sosialisasi mengenai Jo Kawin Bocah dan edukasi reproduksi remaja. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved