Berita Semarang

Capaian Vaksinasi Anak di Semarang Mendekati 60 Persen

Capaian vaksinasi anak usia 6 - 11 tahun di Kota Semarang mendekati 60 persen, tepatnya, 58,07 persen atau sebanyak 86.720 sasaran.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Vaksinasi anak usia 6 - 12 tahun di SDN Pekunden beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Capaian vaksinasi anak usia 6 - 11 tahun di Kota Semarang mendekati 60 persen, tepatnya, 58,07 persen atau sebanyak 86.720 sasaran.

Data tersebut hingga awal pekan ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menargetkan vaksinasi anak usia 6 - 11 tahun rampung 10 Januari ini. 

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam berharap, target bisa tercapai.

Baca juga: Persipa Pati Tunjukkan Performa Positif, Masa Jabatan Dian Dwi Budianto sebagai Manajer Diperpanjang

Baca juga: Video Lapor, Taruna Akademi TNI Belajar Alutsista Kapal Perang RI

Diakuinya, vaksinasi anak TK dan SD berbeda dengan usia siswa menengah ke atas.

Vaksinasi siswa TK dan SD harus benar-benar melihat kondisi fisik anak.

Skrining dilakukan begitu ketat. Jika dalam kondisi sedikit mengalami demam, batuk, atau pilek, petugas kesehatan akan menyarankan untuk ditunda. 

Dengan skrining yang begitu ketat, lanjut Hakam, akan meminimalisir terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) pada anak.

Hingga saat ini, tercatat tidak ada KIPI yang dialami anak-anak. 

"Alhamdulillah sejauh ini belum ada KIPI karena Kita skrining ketat. Begitu batuk, pilek, deman, didelay," ujarnya, Rabu (5/1/2022).

Ditambahkan Hakam, jumlah sasaran yang terpaksa harus menunda vaksinasi tergolong cukup kecil yakni kurang dari lima anak per hari. 

Baca juga: Jalan Mataram Tegal Rusak Diprotes Mahasiswa, Ini Tanggapan DPUPR 

Baca juga: Tren Korupsi Naik, Kejari Kudus Tingkatkan Penyuluhan di Sekolah dan Desa

Dia mengimbau, orang tua tidak perlu khawatir apabila vaksinasi terhadap buah hatinya harus ditunda.

Mereka tetap bisa mendapat vaksin setelah benar-benar sembuh. 

"Begitu sembuh bisa datang ke puskesmas terdekat dari rumah, tidak harus menunggu di sekolah," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved