Breaking News:

Berita Pekalongan

Cegah Stunting, PKK Pekalongan Dukung Program Pendampingan Pra Nikah

Pemerintah Kota Pekalongan semakin gencar menggalakan zero stunting, demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya, saat menghadiri SRA di SMAN 1 Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan semakin gencar menggalakan zero stunting, demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Upaya yang dilakukan yaitu dengan membentuk pendamping keluarga, salah satu program yang ada di dalamnya yaitu memberikan pendampingan pra nikah pada setiap calon pengantin.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya mengatakan, bahwa PKK yang berperan sebagai motivator dan mediator untuk masyarakat Pekalongan, sangat mendukung program pendampingan pra nikah untuk para calon pengantin.

Baca juga: Bendungan Randugunting Diresmikan Hari Ini, Punya Fungsi Buat Retensi Banjir dan Irigasi

Baca juga: Respons Pemprov Yogyakarta Soal Alun-alun Utara Hingga Kantor Kepatihan Dijual di Nextearth

"Alhamdulilah, program pendampingan 3 bulan sebelum menikah atau pra nikah kepada para calon pengantin ini diharapkan dapat mencegah stunting dari hulu dan kita sebagai PKK sangat mendukung hal ini," kata Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya, saat menghadiri SRA di SMAN 1 Pekalongan, Rabu (5/1/2022).

Inggit menyampaikan, sebagai mediator dan motivator, PKK berupaya menggerakkan semua pendampingan dari mulai tenaga kesehatan seperti kader posyandu dan kader Keluarga Berencana (KB). 

"Berdasarkan data dari BKKBN, Alhamdulillah Provinsi Jawa Tengah memiliki presentase stunting paling rendah dari provinsi lainnya sudah 20 %, mudah-mudahan dengan program dari hulu ini, stunting di Kota Pekalongan bisa turun lagi dan bisa zero stunting," imbuhnya.

Pihaknya berharap menegaskan, program pencegahan stunting bisa dilanjutkan ke ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan anak usia 0-5 tahun. 

"Pencegahan ini tidak hanya untuk salah satu sasaran saja, misalnya saat hamil atau saat pasca melahirkan saja. Tetapi, memang harus dimulai dari sebelum menikah," tambahnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved