Berita Semarang

Pasar Johar Diresmikan, Presiden Jokowi Ingin Bangunan Cagar Budaya Ini Jadi Landmark Kota Semarang

Presiden RI, Joko Widodo meresmikan Pasar Johar Semarang. Ia berkeliling pasar untuk menyapa para pedagang dan menglarisi dagangan mereka.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Presiden RI, Joko Widodo meresmikan Pasar Johar Semarang, Rabu (5/1/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Presiden RI, Joko Widodo meresmikan Pasar Johar Semarang, Rabu (5/1/2021).

Sebelum melakukan peresmian, presiden berkeliling pasar untuk menyapa para pedagang dan pengunjung pasar sekaligus menglarisi dagangan mereka.

Komplek Pasar Johar yang terdiri dari Johar Utara, Tengah, Selatan, dan Pasar Kanjengan dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR.

Pembangunan Pasar Johar secara keseluruhan menelan anggaran sebesar Rp 269,3 miliar. 

Baca juga: Kapolres Wonogiri Cek Percepatan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Sejumlah Sekolah

Baca juga: Penyebab Utama PPKM Kendal Naik Level 2, Belum Bisa Bertahan di Level 1

Jokowi menyampaikan, pembangunan Pasar Johar Utara dan Tengah dibangun dengan biaya Rp 146 miliar.

Sedangkan, Pasar Johar Selatan dibangun dengan biaya Rp 103 miliar.

Untuk meningkatkan kapasitas tampung pedagang, Pemerintah Pusat juga membangun Pasar Kanjengan dengan biaya Rp 20,3 miliar.

Menurut Jokowi, kehadiran pasar akan berimbas pada sektor produksi. 

"Ada petani yang memproduksi bawang merah, bawang putih, dibawa ke pasar. Ada yang produksi tahu tempe dibawa diarahkan ke konsumen lewat pasar," ucap Jokowi, saat meresmikan Pasar Johar

Pasar yang ramai, lanjut dia, menandakan adanya pergerakan ekonomi masyarakat karena adanya transaksi dan aktivitas jual beli.

Alun-Alun Johar dan Gedung SCJ
Alun-Alun Johar dan Gedung SCJ (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

Hal ini tentu akan menggerakan ekonomi rakyat. 

Dia pun mengaku senang dengan selesainya revitalisasi Pasar Johar yang membuat pasar tersebut lebih bersih, rapi, modern, dan tertata tanpa mengganggu kaidah-kaidah bangunan cagar budaya.

Dia berharap, pasar yang sudah bagus dan rapi ini akan menjadi pasar yang ramai.

Revitalisasi ini juga mengembalikan kejayaan Pasar Johar masa lalu sekaligus menjadi landmark Kota Semarang. 

Deretan lapak di Pasar Johar Tengah, Kota Semarang masih kosong, Senin (29/11/2021).
Deretan lapak di Pasar Johar Tengah, Kota Semarang. (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

"Saya titip jaga kebersihan dan keamanan sehingga pasar ini menjadi pasar yang bersih, rapi, tertata. Tidak menjadi pasar yang kotor dan berbau," ucapnya.

Baca juga: Terdapat Kekosongan di Sejumlah Posisi Kepala Dinas, Bupati Karanganyar Segera Bikin Panitia Seleksi

Baca juga: Segini Harga Boneka Arwah yang Kini Marak Dikolekasi Selebriti, Bisa Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Kedatangan Presiden didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Beberapa pejabat dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Semarang, serta Takmir Masjid Agung Jawa Tengah juga turut hadir dalam peresmian. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved