Cara Unik Bupati Pekalongan Bisa Merayu Anak Bungsu Berani Vaksin
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq punya cara unik biar anak bungsunya berani suntik vaksin.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pelaksanaan vaksinasi 6-11 tahun di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah resmi dimulai hari ini, Kamis (6/1/2022).
Dari pantauan Tribunjateng.com, di SD IT Insan Mulia Kajen, Kabupaten Pekalongan para siswa dan siswi tampak antusias dan tidak terlalu takut pada raut mereka.
Dengan menerapkan protokol kesehatan, sebanyak 432 pelajar dibagi beberapa sesi berbanjar menduduki kursi yang disediakan.
Terlihat anak didampingi oleh orang tuanya saat vaksinasi. Sebagian siswa ada yang bercanda sambil menunggu dipanggil untuk diperiksa kesehatannya terlebih dahulu sebelum disuntik vaksin.
Ahlam Fakhira Ashraff (6) SD IT Insan Mulia mengaku telah selesai divaksin Covid-19 menceritakan, tidak merasakan sakit usai disuntik vaksin.
"Nggak kerasa sakit saat disuntik vaksin," kata Ahlam Fakhira Ashraff kepada Tribunjateng.com.
Sebelum divaksinasi, Ahlam mengaku sudah diberitahukan oleh ibunya bahwa suntik vaksin untuk mencegah dari penularan Covid-19.
"Dijanjikan sama mami mau dibelikan es crem dan cimory kalau disuntik vaksin," ucap putri bontot Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Ia juga mengajak kepada teman-teman SD untuk divaksin dan jangan takut.
"Ayo semua teman-temanku divaksin juga ya, biar sehat dan tidak terkena Covid-19," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, vaksinasi anak ini merupakan bagian dari upaya maksimal dalam percepatan penanganan Covid-19
'Alhamdulilah hari ini kita memasuki vaksinasi untuk anak 6-11 tahun. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar, dan anak-anak maupun orangtuanya paham pentingnya vaksin untuk kesehatan. Dengan vaksin ini, kita melindungi anak agar anak bisa sehat total dan terhindar dari virus Covid-19," katanya.
Saat memantau pelaksanaan vaksinasi, Bupati Pekalongan sempat membagikan permen untuk anak-anak SD IT Insan Mulia yang sudah divaksin.
Kemudian dalam pelaksanaan vaksin, Fadia mengungkapkan, butuh kesabaran yang tinggi, terutama para tenaga kesehatan. Sebab, biasanya anak seusia tersebut, ketika melihat jarum suntik ketakutan, bahkan sampai menangis.
"Saya pesan kepada nakes, agar vaksinasi anak ini berjalan dengan lancar dan ekstra sabar. Yang penting, bisa mencapai target dan anak di Kabupaten Pekalongan sehat semua," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setyawan Dwiantoro mengatakan, berdasarkan rakor anak usia 6-11 tahun yang disuntik vaksin ada 92.633 anak. (Dro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/putri-bupati-pekalongan-1.jpg)