Breaking News:

Berita Olahraga

Ganda Campuran Praveen/Melati Dicoret dari Pelatnas? Ini Tanggapan PB Djarum

Yoppy melanjutkan, para atlet pelatnas yang berasal dari PB Djarum telah melapor setelah dipulangkan ke klub.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda

 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Baru-baru ini beredar kabar bahwa pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dicoret dari pelatihan nasional (pelatnas).

Menanggapi kabar tersebut, Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin belum bisa membenarkan lantaran belum ada surat resmi dari PBSI.

"Jadi yang benar itu adalah mereka semua atlet pelatnas di pertengahan Desember dibalikin semua ke semua klub, tidak hanya Pramel (Praveen/Melati). Semuanya. Buktinya adalah mereka semua datang ke klub Djarum untuk kembali berlatih bersama klub. Itu ada yang di Kudus ada yang di Jakarta. Berdasarkan surat resmi PBSI mengenai pemulangan seluruh pemain," ujar Yoppy melalui sambungan telepon, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Hasil BWF World Tour Finals 2021 Praveen/Melati Gagal Lolos Semifinal, Kalah dari Pasangan Hong Kong

Baca juga: Skenario Kelolosan Marcus/Kevin, Praveen/Melati dan Greysia/Apriyani di BWF World Tour Finals 2021

Baca juga: Praveen/Melati Kalah Melawan India di Babak Pertama Indonesia Masters 2021

Baca juga: Hasil Hylo Open 2021, 3 Wakil Indonesia ke Final, Praveen/Melati Lawan Unggulan Pertama Thailand

Yoppy melanjutkan, para atlet pelatnas yang berasal dari PB Djarum telah melapor setelah dipulangkan ke klub.

Namun, hal itu belum berarti dicoret dari pelatnas. Pasalnya, pihaknya masih menunggu surat resmi pemanggilan atlet untuk kembali ke pelatnas.

"Jadi mengenai konfirmasi benar atau tidaknya dicoret masih menunggu surat pemanggilan kembali dari pelatnas. Kalau sudah ada surat pemanggilan kembali, dan di dalam surat pemanggilan kembali tidak ada nama pemain yang dipanggil kembali berarti dipulangkan ke klubnya masing-masing," kata dia.

Seperti yang sudah-sudah, kata Yoppy, pemanggilan atlet untuk masuk Pelatnas biasanya berlangsung di pertengahan atau akhir Januari.

"Ini masih ada seleknas (seleksi nasional) sampai tanggal 15 Januari. Jadi mungkin (pemanggilan atlet ke pelatnas) setelah itu," kata dia.

Yoppy menjelaskan, dalam seleknas tersebut ada pemain baru yang dipanggil ke pelatnas. Kemudian untuk atlet lama, kata dia, apakah dipanggil ke pelatnas lagi atau tidak tergantung keputusan PBSI.

Yoppy juga menjelaskan jika sampai saat ini hubungan antara PBSI dan PB Djarum berlangsung baik-baik saja. Dia mengibaratkan jika PB Djarum merupakan anak dari PBSI.

"Kami kan salah satu anaknya PBSI. Kan kami kan cucunya, orang tua kami kan PBSI Jawa Tengah, kakeknya PBSI pusat. Atau lebih dekat lagi salah satu anaknya. Klub lain kan banyak juga. Menyikapinya secara bijak. Jadi itu belum tentu benar," kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya juga tidak pernah bertentangan dengan PBSI. Semua ketentuan yang dikeluarkan PBSI diikuti. Misalnya saat seleknas,PB Djarum juga selalu mengirimkan atletnya.

"Seleknas yang dikirim banyak 50 sampai 60 orang. Itu salah satu indikatornya kami tidak ada apa-apa. Kami hubungannya baik-baik saja," kata dia.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved