Breaking News:

Pekan Pertama 2022, IHSG dalam Tren Pelemahan

Pada Kamis (6/1), IHSG ditutup melemah 0,13 persen ke level 6.653,351, setelah pada Rabu (5/1) juga melorot 0,49 persen ke level 6.662,29.

Editor: Vito
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi- Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sempat menguat saat pembukaan perdagangan awal tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tren pelemahan pada pekan pertama 2022.

Pada Kamis (6/1), IHSG ditutup di zona merah, melemah 0,13 persen ke level 6.653,351, setelah pada Rabu (5/1) juga melorot 0,49 persen ke level 6.662,29.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mencermati, pelemahan IHSG kemarin melanjutkan penurunan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Sepengamatannya, dari dalam negeri, pergerakan IHSG tertekan oleh sektor energi. Sebagai pengingat, pemerintah akan memberlakukan pelarangan ekspor batubara.

Selain itu, The Fed yang akan lebih agresif menaikkan suku bunga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.

Untuk perdagangan di akhir pekan, Jumat (7/1), IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support di 6.604 hingga 6.555. Sementara itu, level resistance-nya berada di 6.690 hingga 6.727.

"Secara teknikal candlestick lower high dan higher low disertai stochastic yang melebar setelah membentuk deadcross, mengindikasikan tren pelemahan," jelas Dennies, dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Kamis (6/1).

Pergerakan IHSG di akhir pekan diperkirakan masih akan dibayangi kekhawatiran The Fed yang agresif menaikkan suku bunga. Adapun dari dalam negeri, investor akan mencermati rilis data cadangan devisa.

Meski demikian, analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai 7.500 pada 2022. Pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi covid-19 menjadi kunci tercapainya target tersebut.

Head of Investment PT Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe memproyeksikan IHSG tahun ini dapat menembus 7.500. Menurutnya, sentimen yang akan mendorong dari meredanya covid-19, pemulihan ekonomi dengan kembalinya pertumbuhan ekonomi ke angka 5 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved