Breaking News:

Berita Batang

Tak Hanya Tanah Labil, Ini Penyebab Longsor Besar di Bukit Siglagah Pranten Batang

Longsor yang terjadi di bukit Siglagah juga menimbun perkebunan kentang milik warga.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Dina Indriani
Kondisi pucuk bukit yang mengalami longsor, Senin (3/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Longsor yang terjadi di bukit Siglagah dan menyebabkan terputusnya akses jalan dukuh Pranten - Rejosari juga menimbun perkebunan kentang milik warga yang sudah siap panen.

Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan ada sekitar sembilan hektare tanah milik Perhutani dan masyarakat yang tertimbun.

"Dua hektare tanah Perhutani dan tujuh hektare milik masyarakat dengan volume longsoran matrial ribuan meter kubik," tuturnya, Kamis (6/1/2022).

Ulul mengungkapkan penyebab tanah longsor di bukit Siglagah selain tanahnya yang labil, alih fungsi lahan hutan menjadi ladang kentang ikut mempercepat terjadinya longsor.

Selain itu juga kemungkinan adanya kebocoran pipa air bersih dari mata air lereng gunung Prahu untuk mengairi masyarakat Kabupaten Banjarnegara. 

"Dari hasil laporan peninjauan lokasi tim BPBD kemungkinan ada kebocoran pipa besar yang sudah menahun dan pipa tersebut tidak terlihat sehingga merembas ke bukit hingga menyebabkan longsor besar," jelasnya.

Lebih lanjut, untuk mahkota longsor sebagian besar sudah turun dan kemungkinan longsor susulan akan terjadi.

"Saat ini kami hanya bisa menunggu sisa mahkota itu longsor, untuk matrial longsor saat ini tidak akan dibersihkan sampai sisa mahkota longsor habis," imbuhnya.

Ulul menambahkan pihaknya juga masih menunggu kajian ESDM untuk penanganan lebih lanjut.

Ia pun mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi banjir bandang karena matrial longsor yang cukup tebal membentuk daerah aliran sungai (DAS) selebar 100 meter.

Sehingga bisa membahayakan pemungkiman yang dekat aliran air sungai. 

"Kami masih menunggu kajian dari ESDM, langkah kita sementara ini hanya memberikan peringatan kepada desa - desa yang berada di alur Kalibelo seperti desa Deles, Gunungsari Bawang dn Candigugur," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved