Breaking News:

Bibir Pantai di Batang Hilang Nyaris 100 Meter

Kabupaten Batang telah kehilangan nyaris 100 meter garis pantai karena abrasi.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Letjen TNI (Purn) Sumarsono bersama personel PMI dari berbagai daerah saat menanam mangrove di Waluh Piting, Batang, Rabu (29/12/2021) 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Di tahun 2015 Kabupaten Batang sudah kehilangan 50 meter garis pantai.


Sekarang dimungkinkan kehilanganya sudah bertambah mencapai 25 meter, bahkan diperkirakan sudah hampir 100 meter bibir pantai di Kabupaten Batang sudah hilang.


Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang, A. Handy Hakim, Jumat (7/1/2022).


"Setiap tahunnya abrasi di wilayah pesisir Batang cukup tinggi, kita bisa cek ke masyarakat pesisir yang sekarang jadi laut itu ada sertifikat tanah milik mereka," tutur Handy.


Dijelaskannya, sebagai upaya meminimalisir abrasi di sepanjang 70 kilometer garis pantai yang di miliki Kabupaten Batang


Pihaknya, secara bertahap melakukan perbaikan dengan menanam mangrove sesuai petunjuk dari Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah. 


"Sesuai petunjuk DKP Jawa Tengah di kita ada 5 titik yang bisa di tanami mangrove, yaitu di Kecamatan Batang mulai dari Denasri, Sicepit. 


Pantai Roban Timur Desa Sengon Kecamatan Subah, Tulis, lalu pesisir Banyuputih atau oantai Celong, dan pantai Jodo Kecamatan Gringsing," jelasnya. 


Handy Hakim juga menyebutkan ada sekitar 30 kilometer yang akan menjadi sasaran untuk melakukan penanaman mangrove dan konservasi pesisir pantai di Kabupaten Batang


"Dari 70 kilomter garis pantai, 30 kilometer akan menjadi sasaran penanaman mangrove, kita dalam tanam mangrove akan bekerjasama dengan LSM dan pemerhati lingkungan," imbuhnya


Ia pun mengatakan untuk sasaran di sepanjang 30 kilometer tersebut membutuhkan sekitar 20 ribu bibit mangrove yang secara bertahap akan dilaksnakan. 


"Kebutuhan bibit mangrove dari asumsi jarak penanaman satu meter seperti yang dilakukan ormas peduli lingkungan sudah kita bantu 10 ribu bibit, maka masih membutuhkan 20 ribu bibit lagi," terangnya.


Lebih lanjut, pihaknya akan mempercepat mengupayakan dan melaksanakan penanaman mangrove serta konservasi pesisir pantai di Batang. 


"Kenapa dipercepat, karena Pemkot Pekalongan setahu kami di tahun ini mulai pembangunan tanggul laut, jadi kita bukan mengkhawatirkan tapi hanya antisipasi saja, supaya nanti tidak ada limpahan air ke Batang," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved