Breaking News:

Berita Semarang

Harga Komoditi Hasil Laut di Kota Semarang Mengalami Kenaikan

Cuaca buruk di Jateng bikin sejumlah komoditas hasil laut alami kenaikan harga.

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Sejumlah pedagang di Pasar Kobong yang merupakan satu di antara pasar ikan di Kota Semarang tengah menata hasil tangkapan laut, Jumat (7/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cuaca buruk yang melanda sebagian wilayah di Jateng membuat sejumlah komoditas hasil laut mengalami kenaikan harga.

Kondisi tersebut terjadi di tengah melonjaknya permintaan komoditas hasil laut di berbagai daerah.

Sejumlah pedagang di Pasar Kobong yang merupakan satu di antara pasar ikan di Kota Semarang tengah menata hasil tangkapan laut, Jumat (7/1/2022).
Sejumlah pedagang di Pasar Kobong yang merupakan satu di antara pasar ikan di Kota Semarang tengah menata hasil tangkapan laut, Jumat (7/1/2022). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

Bahkan di sejumlah pasar ikan yang ada di Kota Semarang, kenaikan harga hasil laut mencapai 10 hingga 20 persen lebih.

“Kenaikan terjadi pada hasil tangkapan seperti udang dan cumi, dulu cumi Rp 55 ribu sekarang tembus sampai Rp 67 ribu per kilogram,” kata Junaidi satu di antara pedagang ikan di Pasar Kobong Kota Semarang, Jumat (7/1/2022).

Menurutnya karena cuaca buruk nelayan tak melaut yang menyebabkan pasokan hasil laut lebih sedikit.

“Hal itu membuat harga melonjak, ikan tenggiri saja yang dulu Rp 50 ribu sekarang Rp 70 ribu per kilogramnya,” katanya.

kenaikan harga hasil laut tersebut diterangkan Junaidi dibarengi dengan permintaan konsumen yang terus meningkat.

“Kenaikan permintaan sampai 100 persen, apalagi saat pergantian tahun, sangat banyak yang membeli udang dan cumi atau hasil laut lainya,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng, Fendiawan Tiskiantoro, membenarkan adanya penurunan tangkapan hasil laut tahun ini.

“Akhir tahun lalu hasil tangkapan nelayan mencapai 390 ton, namun awal tahun ini menurun karena cuaca buruk,” paparnya.

Ia menambahkan, faktor cuaca membuat nelayan tak bisa melaut untuk menangkap ikan.

“Khususnya kapal-kapal kecil, mereka menahan diri untuk melaut karena cuaca buruk dan munggu cuaca membaik untuk melaut,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved