Breaking News:

Pemerintah Racik Subsidi BBM Pertalite

Presiden Jokowi telah menerbitkan Perpres No. 117/2021. Di dalam aturan itu, BBM Premium masih ada dan tetap menjadi bahan bakar penugasan pemerintah.

Editor: Vito
TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
ilustrasi- Pertalite RON 90 tersedia di SPBU 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 117/2021 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

Di dalam aturan itu, BBM Premium masih ada dan tetap menjadi bahan bakar penugasan pemerintah. Sementara BBM Pertalite dengan RON 90 yang lebih ramah lingkungan kabarnya akan mendapatkan subsidi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu tidak menampik kabar tersebut.

"Itu bagian dari kebijakan. Sampai saat ini BBM bersubsidi adalah Premium. Dalam konteks Pertalite, sebenarnya komponen 50 persen dari Pertalite itu Premium. Jadi dalam konteks ini Premium tetap jenis BBM bersubsidi," katanya, saat dikonfirmasi, Rabu (5/1).

Febrio mengatakan, pemberian subsidi terhadap Pertalite tidak mengubah harga jual eceran BBM.

"Kita melihat bahwa pola konsumsi masyarakat sudah berubah. Sehingga apa yang kita lihat di masyarakat itu akan kita sesuaikan dengan kebijakan subsidi ke depan," jelasnya.

Ia pun memastikan seluruh harga BBM masih sama, tidak ada perubahan. Febrio juga menyampaikan BBM jenis Premium RON 88 tidak akan dihapus dalam waktu dekat.

Pihaknya memang ingin mendorong masyarakat untuk mengonsumsi bahan bakar yang semakin bersih. Hal itu terlihat bahwa konsumsi Premium terus turun menurun.

"Di sisi lain Premium tidak bisa dihapus begitu saja untuk menjaga daya beli masyarakat. Kondisi sosial masyarakat miskin dan rentan juga jadi hal yang diperhitungkan," terangnya.

Sementara, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara menyebut, volume penjualan BBM Premium saat ini sudah terlampau kecil.

Karena itu, pemerintah menyusun formula subsidi Premium yang digunakan untuk campuran Pertalite.

"Ada Premium yang kemudian dibikin Pertalite. Jadi subsidi itu tetap komponen Premiumnya, sementara Pertalite tergantung pada harga internasional," terangnya. (Tribun Network/Reynas Abdila)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved