Berita Kebumen

606 Warga Kebumen Meninggal karena AIDS, Temuan Kasus AIDS 2021 Jadi yang Tertinggi di Jateng

Adapun untuk angka penemuan kasus HIV, menurut dia, Kebumen menempati urutan nomor 3 se Jateng, yakni dengan 130 kasus orang terinfeksi HIV

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
humas Setda
Audiensi KPA Kebumen dengan Bupati Kebumen di ruang transit rumah dinas Bupati Kebumen, Kamis (6/1/2022) lalu. 

TRIBUNJATENG. COM, KEBUMEN - Angka kasus HIV AIDS di Kebumen masih cukup tinggi.

Bahkan, berdasarkan data yang disampaikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kebumen, angka penemuan kasus AIDS pada 2021 di Kebumen tertinggi di Jawa Tengah, yakni dengan 47 kasus.

Disusul Cilacap dengan 41 kasus. 

Adapun untuk angka penemuan kasus HIV, menurut dia, Kebumen menempati urutan nomor 3 se Jateng, yakni dengan 130 kasus orang terinfeksi HIV. 

"Tertinggi temuan kasus HIV adalah Kota Semarang 180 kasus, kedua Pati 152 kasus. Tapi untuk penemuan kasus AIDS Kebumen tertinggi dengan 47 kasus. Disusul Cilacap 41 kasus," ujarnya, Sabtu (8/1/2022) 

Meski masih tertinggi, Arif menyebut angka kasus HIV AIDS di Kebumen dari tahun ke tahun menurun. 

Bupati menyebut kasus HIV AIDS di Kebumen didominasi oleh kalangan milenial dari umur 20 sampai 34 tahun.

Tapi banyak juga yang usia 40 tahun sampai 50 tahun. 

Penderita terbanyak adalah kaum laki-laki dengan pekerjaan sebagai karyawan.

Selanjutnya, terbanyak kedua adalah kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) , kemudian buruh, wiraswasta, pengangguran, serta mahasiswa atau pelajar dengan angka kasus 8 orang. 

"Tertinggi ada di Kecamatan Kebumen, kedua Gombong, Ketiga Puring, Keempat Klirong, kelima Petananan. Kemudian 50 kasus HIV AIDS di Kebumen itu lost contact dengan KPA," terangnya

Secara keseluruhan, Bupati mengatakan, jumlah orang terkena HIV AIDS dari tahun 2003 sampai 2021 ada 1.732 orang.

606 orang sudah dinyatakan meninggal, dan yang hidup sampai saat ini sebanyak 1.127 orang. 

Mereka yang aktif mengambil obat atau terawat oleh medis sebanyak 458. Sementara yang lost contact sebesar 669 orang. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved