Breaking News:

Berita Batang

Cegah Abrasi, 12.400 Mangrove Ditanam LPBI NU di Pesisir Pantura Batang

Bupati Batang Wihaji mulai melakukan konservasi alam di Pantai Cinta, Desa Roban Timur, Kecamatan Subah, Jumat (7/1/2022).

Penulis: dina indriani | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji saat menanam bibit mangrove di Pantai Cinta, Desa Roban Timur, Kecamatan Subah, Jumat (7/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Bupati Batang Wihaji mulai melakukan konservasi alam di Pantai Cinta, Desa Roban Timur, Kecamatan Subah, Jumat (7/1/2022).

Ada sebanyak 12.400 mangrove yang ditanam di Pantura Batang untuk mencegah abrasi.

Tak sendiri, Bupati Wihaji melakukan penanaman mangrove bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), dengan program yang mengusung Konservasi Pesisir Batang.

Bupati Wihaji mengatakan beberapa ciri wilayah rawan abrasi lainnya yaitu dekat sungai kemudian, ada aktivitas masyarakat ada ekonomi yang tinggi.

"Untuk melihat abrasi atau tidak, bida dikihat dengan rumusnya yaitu melihat sedimentasi yang tinggi atau yang berwarna cokelat, bisa dilihat digoogle mana saja pinggir pantai yang ada cokelatnya," jelasnya.

Wihaji menuturkan bahwa panjang garis pantai kabupaten Batang mencapai 70 Kilometer. 

"Garis pantai itu harus dijaga dari Abrasi dan yang menjadi garda terdepan adalah dengan mangrove," imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, Handy Hakim menambahkan sekitar 30 kilometer dari 70 kilometer garis pantai butuh konservasi. Hal itu untuk mengantisipasi abrasi.

Ia menghitung, 30 kilometer setara dengan 30 ribu mangrove. Jadi, masih kurang sekitar 20 ribu pohon mangrove. 

"Hal itu juga untuk mengantisipasi dibangunnya tanggul laut di Pekalongan. Jangan sampai arus larinya ke Batang," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved