Breaking News:

Berita Semarang

Deretan Kasus Bermotif Dendam di Semarang, Kriminolog : Pikiran Pendek Dipengaruhi Ekonomi

Aksi kejahatan bermotif dendam marak terjadi di Kota Semarang akhir-akhir ini.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM/IWAN ARIFIANTO
Tiga pelaku pembacokan kepada seorang mahasiswa di Kota Semarang, otak pembacokan, Nuruddin (pakai sarung), DRK (pakai topeng) dan Dolly, di Polrestabes Semarang, Rabu (5/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Aksi kejahatan bermotif dendam marak terjadi di Kota Semarang akhir-akhir ini.

Tercatat, setidaknya ada empat kasus yang berlatar dendam yang berujung aksi kriminalitas.

Empat kasus itu melibatkan belasan pelaku dengan berlatar belakang ada yang pelajar, tukang parkir, sopir hingga penjual kebab. 

Kasus pertama, tak terima temannya dihajar adik kelas, sebanyak 10 pelajar  SMK Pelayaran di Kota Semarang menghajar balik.

Mereka mencari lalu menggiring adik kelas mereka ke rumah kos untuk dihajar beramai-ramai, Jalan Bulustalan, Semarang Selatan, Selasa (28/12/2021).

Kasus kedua, pelajar SMK bacok mahasiswa Unwahas akibat tak terima dipukuli saat melerai perkelahian di kampus tersebut, Jumat (30/12/2021).

Kasus ketiga, pemuda hajar korban dulu pernah dihajar saat bertemu di depan karaoke Diva kawasan pertokoan Dargo, Semarang Timur, Minggu (2/1/2022) sekira pukul 04.00 WIB.

Kasus keempat, kasus balas dendam lima tersangka bacok pemuda di Kalibaru Timur, Bandarharjo, Semarang Utara, Senin (3/1/2022) pukul 01.00 WIB.

Menanggapi hal itu, kriminolog Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Nur Rochaeti mengatakan, balas dendam merupakan satu di antara motif terjadinya kejahatan.

"Iya kasus bermotif dendam memang sering terjadi di dalam masyarakat," kata perempuan yang akrab disapa Eti, Sabtu (8/1/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved