Breaking News:

Berita Kebumen

Kebijakan Ubah Nama Jalan Diprotes, Bupati Kebumen Persilakan Warga Gugat ke Pengadilan

Kebijakan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto untuk mengubah nama beberapa ruas jalan dan tempat menuai polemik.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Pemasangan plang nama jalan baru di Kebumen, Desember 2021 lalu (ist 

TRIBUNBANYUMAS. COM, KEBUMEN -- Kebijakan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto untuk mengubah nama beberapa ruas jalan dan tempat menuai polemik.

Banyak yang mendukung, namun sebagian masyarakat juga menolak dan memprotes kebijakan bupati karena dianggap menyalahi aturan. 

Bahkan, sejumlah elemen masyarakat sempat melakukan audiensi dengan DPRD Kebumen di Kebumen untuk membahas persoalan itu. 

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengklaim kebijakan itu sudah sesuai aturan. Ia pun siap membuka ruang dialog dengan masyarakat guna membahas  kebijakannya yang dianggap salah. 

Namun dengan catatan, aspirasi itu tidak disampaikan dengan cara anarkis, melainkan dengan kepala dingin.

"Tidak perlu ribut-ribut sampaikan secara dingin, elegan, dan bijak. Tidak ada pemerintahan kami itu anti kritik, otoriter, tidak ada," ujarnya, Sabtu (8/1/2022) 

Bahkan, jika dalam dialog itu tidak ada titik temu, dan pihak terkait masih menganggap kebijakannya salah atau menyalahi aturan, ia mempersilakan masyarakat untuk menggugat ke pengadilan dengan menempuh jalur hukum.  Apapun keputusan pengadilan, ia menyatakan siap mengikuti.

"Kalau dialog tidak cukup, masih dianggap bupati salah, menyalahi aturan. Silakan gugat ke pengadilan. Semua ada wadahnya, mekanisme jelas," tandasnya.

Ia menegaskan, perubahan nama jalan jelas sudah ada perencanaan dan aturannya. Tidak asal-asalan. Tentang rupa bumi itu diatur dalam peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2021, dimana perubahan nama jalan kabupaten itu menjadi kewenangan pemerintah daerah. 

Ia hanya prihatin beberapa nama ruas jalan di Kebumen belum disesuaikan dengan kondisi di Kebumen. Contohnya, jalan Kutoarjo yang ada di dalam kota, padahal Kutoarjo bukan daerah Kebumen. 

Pihaknya mengganti dengan Jalan KH. Hasyim Asy'ari  karena sudah masuk jalan kabupaten. 

Bupati mengatakan, perubahan nama jalan tersebut sampai saat ini masih dalam proses pengumuman sosialisasi pengenalan.

Bersamaan dengan itu, ia menyampaikan tanggungjawabnya terhadap masyarakat yang terdampak. Misalnya terkait perubahan nama alamat pada KTP dan catatan sipil lainnya. 

"Kita siap mengurus dan memberikan pelayanan secara gratis. Tidak serta merta dibiarkan begitu saja," tandasnya. (*)

Baca juga: Kapolres Wonogiri : Jajaran Polsek Agar Tingkatkan Disiplin Prokes di Perbatasan dan Objek Wisata

Baca juga: Realisasi Pendapatan Pajak dan Retribusi Kabupaten Semarang Melebihi Target

Baca juga: UPDATE Kecelakaan Tinjomoyo: Sopir Ditahan hingga Korban tak Memiliki SIM C

Baca juga: Sigit Warga Jepara Ikut Hapus Tato Gratis di Pati: Ini Tuntutan Agama

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved