Breaking News:

Berita Semarang

Kapolda Jateng Ajak Petani Memberdayakan Burung Serak Jawa untuk Membasmi Tikus Sawah

Banyaknya korban meninggal dunia akibat terkena jebakan tikus beraliran listrik menjadi perhatian khusus jajaran Polda Jateng.

Kapolda Jateng Ajak Petani Memberdayakan Burung Serak Jawa untuk Membasmi Tikus Sawah
DOKUMENTASI
ilustrasi penangkapan tikus di sawah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyaknya korban meninggal dunia akibat terkena jebakan tikus beraliran listrik menjadi perhatian khusus jajaran Polda Jateng.

Polda Jateng terus mendorong para petani untuk memanfaatkan cara alami  membasmi hama tikus diantaranya mengunakan serak Jawa atau lebih dikenal burung Daris.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan Serak Jawa atau dikenal  burung Daris, merupakan salah sub spesies burung hantu yang banyak ditemui di Indonesia. 

Baca juga: Relawan Dulur Ganjar Banyumas Deklarasikan Dukungan Kepada Ganjar Pranowo Maju Dalam Pilpres 2024

Baca juga: Sudah Pimpin Latihan, Dragan Tetap Fokus Tingkatkan Fisik Pemain PSIS Terlebih Dulu

Postur tubuh kecil, serak Jawa merupakan karnivora yang dikenal menjadikan tikus sebagai musuh alaminya.

"Burung ini bisa mengonsumsi tikus 2-3 ekor tikus per malam, sehingga sebulan bisa mencapai 60-90 ekor tikus. Jadi sangat efektif untuk membantu petani membasmi tikus di persawahan," ujar Kapolda, Minggu (9/1/2022).

Kapolda sangat mengapresiasi para petani yang memberdayakan serak Jawa atau Tyto Alba untuk membasmi tikus di persawahan.

Selain membasmi tikus, pemberdayaan Serak Jawa dapat melestarikan hewan dilindungi, dan sama sekali tidak membahayakan lingkungan.

Pihaknya mendorong Bhabinkamtibmas  bekerjasama dengan penyuluh pertanian  mengajak petani memberdayakan serak Jawa untuk membasmi hama tikus di persawahan.

"Membasmi tikus seperti menggunakan jebakan listrik adalah ilegal. Polda Jateng dan jajaran akan menindak tegas pemilik atau pemasang jebakan tikus yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia," jelasnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menambahka Polda Jateng telah mencatat beberapa kejadian terkait jatuhnya korban jiwa akibat jebakan tikus berlistrik.

Baca juga: Desa Wisata Lembah Rembulan Tegal Tawarkan Wisata Air dan Spot Foto, Tiket Masuk Cuma Rp 5 Ribu

Baca juga: 25 Nama Nabi dan Rasul yang Harus Diketahui Umat Islam

Sebagian besar korban adalah pemilik dari jebakan tersebut.

"Sebagian besar memang senjata makan tuan, dalam arti yang meninggal adalah pemiliknya sendiri. Namun ada juga beberapa kasus yang meninggal adalah orang lain yang kebetulan melintas di persawahan. Harus segera diproses hukum," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved