Breaking News:

Berita Semarang

Mulai Besok, PTM di Semarang Fullday 100 Persen untuk SMP, TK-SD Masih Separuh Kapasitas

Ada aturan baru dalam PTM berdasarkan keputusan bersama empat menteri. Jenjang SMP cakupan vaksinasi di Kota Semarang sudah lebih dari 80 persen dan c

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi meninjau PTM di Semarang beberapa waktu lalu.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Semarang akan berlangsung full day atau setiap hari mulai Senin (10/1/2022).

Kebijakan tersebut berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, HK.10/08/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 tanggal 21 Desember 2021tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, telah melayangkan surat edaran kepada seluruh sekolah negeri dan swasta bahwa mulai Senin sudah boleh melaksanakan PTM setiap hari dengan protokol kesehatan ketat, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta terpantau oleh satuan pendidikan. 

Ada aturan baru dalam PTM berdasarkan keputusan bersama empat menteri.

Jenjang SMP cakupan vaksinasi di Kota Semarang sudah lebih dari 80 persen dan cakupan lansia lebih dari 50 persen.

Sehingga, PTM jenjang SMP sudah bisa dilakukan setiap hari, dengan kapasitas 100 persen dari total kapasitas ruangan. Lama belajar maksimal enam jam pelajaran per hari. 

Baca juga: Ganjar Setuju Permintaan KPAI Agar PTM 100 Persen Ditinjau Ulang

Baca juga: PTM Terbatas Digelar, Satgas: Tak Perlu Khawatir dan Tetap Waspada

Baca juga: Dapat Bantuan Vaksin Anak, Hendi Siap Jalankan PTM Penuh

Baca juga: Sejumlah Kepala Sekolah di Banyumas Optimis PTM 100 Persen Berjalan Aman

Sedangkan, jenjang SD cakupan vaksinasi di Kota Semarang masih 70 persen.

PTM bisa dilaksanakan setiap hari namun dengan kapasitas 50 persen dari total kapasitas ruangan.

Jam pelajaran sama seperti jenjang SMP yakni maksimal enam jam pelajaran per hari. 

"Kami pakai aturan SKB empat menteri. Ini berlaku bagi sekolah negeri dan swasta. Oaki sudah layangkan surat edaran mulai Senin boleh diterapkan," papar Gunawan, Minggu (9/1/2022). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved