Breaking News:

Muncul Kabar 11 Pasien Positif Covid-19 Omicron di Rumdin Wali Kota Semarang

Muncul kabar adanya 11 pasien Covid-19 Omicron di rumah dinas (rumdin) wali kota Semarang. 

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beredar kabar di grup Whatsapp adanya 11 pasien Covid-19 Omicron di rumah dinas (rumdin) wali kota. 

 

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyampaikan, memang ada pasien Covid-19 yang dirawat di rumdin. Namun, hingga saat pihaknya belum mengetahui jenis virus tersebut. Dinkes masih menunggu hasil whole genome sequencing (WGS). 


"Ada pasien Covid-19. Omicron atau bukan masih menunggu WGS," terang Hakam, saat dihubungi Tribun Jateng melalui pesan singkat. 


Saat ditanya lebih lanjut mengenai berapa pasien yang saat ini dirawat di rumdin, dia belum memberikan keterangan.


Dilihat dari data pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami peningkatan. Pada Desember lalu, kasus Covid-19 di ibu kota Jawa Tengah sempat mengalami nol kasus. Namun, mulai Januari kasus terlihat fluktuatif namun cenderung naik. 


Hingga Minggu (9/1/2022) pukul 13.30, tercatat ada 18 Covid-19 aktif di Kota Lunpia. Sebanyak 11 kasus merupakan warga Semarang dan 7 kasus warga luar kota. 


Hakam mengatakan, dampak libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) belum dapat dilihat secara menyeluruh. Pihaknya sedang berusaha mencari apakah Nataru berpengaruh terhadap kenaikan Covid-19 aktif di ibu kota Jawa Tengah atau sebaliknya. Menurutnya, dampak Nataru bisa dilihat secara valid jika sudah melewati masa inkubasi selama 14 hari. 


"Kalau pertengahan Januari nanti aman, Insya Allah tidak ada pengaruhnya. Sekali lagi, kalau kita ngomong Covid-19, maka inkubasi dua minggu. Kalau sekarang disampaikan, belum bisa kami nilai secara cermat dan valid," terangnya.  


Dia masih menunggu pertengahan Januari untuk mengetahui dampak libur Nataru. Dia berharap, tidak ada temuan baru atau kenaikan kasus Covid-19. Saat ini, Dinkes masih terus melakukan random sampling untuk meminimalisir penyebaran yang lebih meluas. 


"Walau sudah divaksin, usia produktif tetap berpotensi menularkan karena mobilitas tinggi. Random sampling kami ambil dari usia produktif yang mobilitasnya tinggi," tambahnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved