Breaking News:

Wali Kota Pekalongan: Orangtua Wajib Dampingi Vaksinasi Covid-19 Anak

Para orangtua atau wali murid wajib mendampingi anak ketika mengikuti vaksinasi Covid-19.

TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Program vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Pekalongan, Jawa Tengah terus berjalan.

Para orangtua atau wali murid wajib mendampingi anak ketika mengikuti vaksinasi Covid-19.

Pasalnya, merekalah yang lebih mengetahui kondisi kesehatan buah hati masing-masing terkait memiliki riwayat penyakit dalam atau komorbid atau tidak.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid pendampingan ini diperlukan, mengingat ada tahapan yang perlu dilalui sebelum divaksin.

Yakni, dalam proses skrining, tentunya jelas berbeda cara skrining yang dilaksanakan kepada orang dewasa.

Bahkan, kebanyakan anak memiliki kecenderungan takut akan jarum suntik.

Maka dari itu, perlu didampingi orangtua yang dianggap bisa melindungi dan memotivasi anak.

"Untuk orangtua dimohon dorong anak-anaknya untuk mau divaksin, karena, anak-anak terutama yang duduk di bangku kelas 1 atau berusia 6 tahun, kalau tidak ada pendampingan dari orangtua, mereka rata-rata masih belum paham saat ditanya keluhan kesehatannya pada saat di skrining," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (9/1/2022).


Disampaikan Aaf, panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan dengan didampingi orangtua, mental anak untuk mau divaksin bisa lebih kuat.


Pihaknya menyebutkan, target sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Pekalongan sebanyak 29 ribu.


"Mudah-mudahan, iktiar kita untuk mencapai target 29 ribu sasaran kepada anak bisa terealisasi."


"Pemkot juga terus bersinergi dengan TNI/POLRI, alhamdulillah hal tersebut sangat membantu dari dinas kesehatan, mudah-mudahan sinergi ini bisa terus kita lakukan dan herd immunity terutama pada anak usia 6-11 tahun bisa terbentuk, sehingga mereka terlindungi dari paparan virus Covid-19," imbuhnya.


Pihaknya menambahkan, selama ini vaksinisasi anak yang menggunakan vaksin sinovac ini sudah dinilai aman dan belum ditemui anak yang mengalami KIPI.


"Vaksinasi anak juga untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM). Ayo semua masyarakat ikut menyukseskan program vaksinasi ini, tidak hanya anak-anak saja, orangtua yang belum divaksin juga bisa ikut vaksinasi agar membentuk kekebalan tubuh," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved