Breaking News:

OPINI

OPINI M. Issamsudin : 2022 Tahun Kebangkitan Pekerja Perempuan

PARTISIPASI angkatan kerja perempuan selama ini sangat luar biasa nilai positifnya. Banyak kegiatan industri dan perdagangan

bram
M Issamsudin 

Oleh M Issamsudin

ASN Pemkot Semarang


PARTISIPASI angkatan kerja perempuan selama ini sangat luar biasa nilai positifnya. Banyak kegiatan industri dan perdagangan yang keberhasilannya ditentukan oleh partisipasi angkatan kerja perempuan.

Hal positif ini seolah jadi penutup fakta besar terkait kompleksnya masalah berunsur pelanggaran terhadap hak-hak pekerja perempuan.

Masalahnya klasik, terus berkelanjutan dan terjadi di banyak tempat. Terkesan terjadi pembiaran dan bahkan memposisikan pekerja perempuan pada sisi sebagai objek pemperdayaan.

Beberapa mahasiswi penulis yang kebetulan berprofesi sebagai pekerja, setelah membaca tentang hak dan kewajibannya sebagai pekerja sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, membuat mereka buka suara.

Intinya, mereka merasa bahwa hak-haknya selama bekerja ada yang telah terberikan secara baik oleh tempatnya bekerja.

Ada pula yang sebaliknya dan jauh dari baik. Hak yang tidak terberikan sangat beragam dan beragam pula alasannya. Bukan soal upah atau gaji, jam kerja dan lembur saja.

Soal fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keikutsertaannya dalam BPJS, keikutsertaan dalam organisasi pekerja, soal outsourching atau alih daya, dan kontrak kerja.

Demikian halnya soal diskriminasi berbasis etnis, soal PHK, soal hak-haknya yang di-PHK, permintaan untuk mengundurkan diri, hingga adanya permintaan jaminan dan yang lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved