Breaking News:

Pakar Hukum Pidana Unnes Curiga Maling Tabung Gas Punya Kartu Kuning Tapi Tidak Gila

Pakar Hukum Pidana Universitas Negeri Semarang (Unnes) Ali Mahsyar curiga kejiwaan pelaku pencurian tabung gas Jaya Sukrisna.

dok Polsek Semarang Tengah. 
Polisi berhasil meringkus pelaku pencurian tabung gas elpiji di pangkalan elpiji, Pendirkan Lor, Semarang Tengah, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pakar Hukum Pidana Universitas Negeri Semarang (Unnes) Ali Mahsyar curiga kejiwaan pelaku pencurian tabung gas Jaya Sukrisna yang dianggap mengalami gangguan jiwa saat  melakukan aksi di Jalan Sadewa, Pindrikan Lor, Semarang Tengah.

Pelaku akrab disapa Jaya  telah dikenal di wilayah Kecamatan Semarang Barat, dan Ngaliyan yang bebas jeratan dengan bermodalkan kartu kuning atau kartu gila.

 

Ali menjelaskan hukum pidana tidak bisa berdiri sendiri dan menentukan seseorang gila atau tidak.

Oleh sebab itu yang bisa menentukan adalah dibidang kejiawaan yakni psikolog maupun psikiater.


"Namun jika seseorang tersebut terindikasi gangguan jiwa tidak bisa diputuskan  perangkat hukum kita dan harus dinyatakan oleh ahlinya psikolog maupun psikiater," ujarnya, Senin (10/1/2022).


Menurutnya, kartu kuning yang dimiliki oleh pelaku serta merta menjadi jaminan dihapuskannya tindak pidana yang telah dilakukan.

Sebab kartu kuning tersebut dikeluarkan saat pelaku mengalami gangguan jiwa dan harus dilakukan pemeriksaan


"Sebagaimana kita periksa swab antigen. Bisa jadi sekarang negatif dan beberapa detik bisa positif. Jadi terkait gangguan jiwa harus dilakukan pengulangan pemeriksaan. Bukan berarti kartu itu berlaku seterusnya," tuturnya.


Dikatakannya, saat ini banyak pelaku tindak pidana mengaku-ngaku pidana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved