Breaking News:

Berita Semarang

PTM 100 Persen Serentak di Kota Semarang Jadi Obat Rindu Siswa

Siswa SMPN 5 Kota Semarang harus mengikuti sederet pemeriksaan serta mengisi aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk kelas.

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siswa SMPN 5 Kota Semarang harus mengikuti sederet pemeriksaan serta mengisi aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk kelas.

Meski demikian para pelajar tetap semangat mengikuti alur untuk memastikan penerapan protokol kesehatan itu.

Canda tawa mereka pun menyeruak kala bertemu rekan sekolah serta para guru di sekolah.

Suasana pembelajaran saat di buka kembali PTM 100 persen di SMPN 5 pun diisi dengan semangat dan antusias siswa.

Baca juga: Permintaan Pasar Shuttlecock Tegal Meningkat, Satu Industri Rumahan Bisa Pasok 3.600 Slop Perbulan

Baca juga: Wagiyo Pingsan Lihat Kepokanannya Meninggal Tragis, Jasad Bocah Itu Ditemukan di Tengah Hutan

Seolah sebagai pengobat rindu, para pelajar di SMPN 5 itu bercengkerama usai bel tanda jam istirahat dibunyikan.

Selain berbincang, beberapa nampak mengantre untuk mencuci tangan di tempat yang sudah di sediakan di koridor kelas.

Setelah itu, sejumlah siswa kembali masuk ke kelas untuk membuka bekal yang sudah dibawa.

Hal itu dilakukan siswa karena pihak sekolah tidak mengizinkan siswa keluar kelas saat jam istirahat untuk menghindari kerumunan.

Secara lahap para pelajar menyantap bekal bawaan yang sudah dipersiapkan oleh orang tua mereka masing-masing.

Satu di antaranya Fabio Rizky, siswa yang menempati ruang kelas IX b di SMPN 5 Kota Semarang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved