Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

PTM di SMKN 2 Slawi Masih Berlangsung 50 Persen dari Jumlah Siswa Tiap Rombel

Pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan pendidikan wilayah Kabupaten Tegal sampai saat ini masih berlangsung terbatas yaitu 50 persen tiap kelasnya. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Suasana di halaman depan SMKN 2 Slawi Kabupaten Tegal, pada Senin (10/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan pendidikan wilayah Kabupaten Tegal sampai saat ini masih berlangsung terbatas yaitu 50 persen tiap kelasnya. 

Hal ini juga berlaku di SMKN 2 Slawi yang masih melaksanakan PTM terbatas 50 persen dari jumlah siswa dan tiap rombongan belajar (rombel) atau jurusan. 

Menurut Kepala Sekolah SMKN 2 Slawi A.R Hartono, mengacu pada SKB 4 Menteri dan surat edaran Gubernur Jateng melalui Sekda pada tanggal 29 Desember 2021 lalu, pada semester genap ini sekolah diharapkan menyelenggarakan PTM terbatas 100 persen. 

Baca juga: Bocah Meninggal di Jurang Hutan Wanaraja Banjarnegara, Gelagat Pemuda Ini Disorot

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian Ponsel‎ di Kudus, Korban Daniaya Sampai Kritis

Namun untuk bisa menyelenggarakan, ada persyaratan atau ketentuan yang wajib dipatuhi dan dipenuhi, yaitu capaian vaksinasi Covid-19 baik siswa, guru, staf di sekolah sudah mencapai 80 persen. 

Sedangkan di SMKN 2 Slawi sendiri sudah terpenuhi karena capaian vaksinasi sudah lebih dari 80 persen. 

Tapi karena ada persyaratan lain yang belum terpenuhi yaitu capaian vaksinasi dosis dua bagi lansia belum mencapai lebih dari 50 persen, sehingga PTM terbatas sampai saat ini belum bisa 100 persen. 

"Saat ini di kami berlangsung secara mingguan, yaitu seminggu siswa nomor presensi 1-18 dan minggu depannya siswa nomor presensi 19-36. Durasi PTM juga dibatasi yaitu maksimal 6 jam pelajaran," jelas Hartono, pada Tribunjateng.com, Senin (10/1/2022). 

Untuk lebih efisien, sistem pembelajaran berlangsung secara tatap muka dan daring. 

Jadi, saat siswa katakan presensi 1-18 yang masuk secara tatap muka di sekolah, maka siswa lainnya tetap mendapat pembelajaran tapi secara daring. 

Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi guru karena harus bisa melaksanakan dua sistem pembelajaran sekaligus. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved