Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Tantangan Mengubah Kebiasaan Terlalu Santai

Shin Tae-yong melihat ada perbedaan mencolok dengan saat dirinya menjadi pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Penulis: m nur huda | Editor: m nur huda
tribunjateng/bram/cetak
Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, M Nur Huda 

Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM - Ingin tertawa, tapi takut didengar tetangga, ketika menyimak pengakuan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yang menilai bahwa skuad Garuda memiliki kebiasaan kurang memiliki gereget atau terlalu santai saat akan berlatih.

Dalam ungkapannya, Shin Tae-yong sebenarnya melihat warga Indonesia adalah orang yang baik, namun ada gaya hidup yang menurutnya terlalu santai di Indonesia.

Di awal kehadirannya menjadi pelatih Timnas Indonesia, para pemain tidak terburu-buru mempersiapkan latihan. Ia melihat, para pemain lebih banyak mengobrol ketimbang harus mempersiapkan diri untuk masuk lapangan.

Shin Tae-yong melihat ada perbedaan mencolok dengan saat dirinya menjadi pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

Saat itu, pemain timnas Korea Selatan sangat bersemangat ketika menjalani latihan. Sedangkan di Indonesia, saat akan masuk stadion  para pemain tidak langsung cepat-cepat.

Semisal ketika turun dari bus menuju lapangan, di Indonesia membutuhkan waktu sekitar 10 menit, sementara di Korea Selatan seluruh staf pelatih dan pemain ke lapangan hanya 1-2 menit saja.

"Jadi, kami berdiri menunggu pemain datang," ucap Shin Tae-yong.

Sedangkan ketika sampai di pinggir lapangan, menurut Shin Tae-yong, pemain timnas Indonesia masih juga terlihat santai dengan duduk sembari mengobrol dan dinilai tidak memiliki niat ke lapangan. Tak hanya itu, pemain juga masih terus mengobrol sambil mengikat tali sepatu.

Adapun, Shin Tae-yong didatangkan oleh PSSI pada Desember 2019 dan diberikan durasi kontrak empat tahun hingga akhir 2023. Selama ini, ia telah mengawal persiapan Timnas menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Dubai, Kualifikasi Piala Asia U-23 2023 dan Piala AFF 2020.

Di Piala AFF 2020, Indonesia yang didominasi pemain muda hanya mampu menjadi runner-up dan harus mengakui keunggulan Thailand yang merupakan juara bertahan. Meski gagal juara, pada kompetisi kali ini Timnas Indonesia banyak menuai pujian dalam performa spirit pemain dan pola permainannya.

Ke depan, bakal banyak laga yang akan dihadapi skuad Garuda. Pada pernyataannya, Shin Tae-yong bertekad akan mengubah kebiasaan terlalu santai tersebut. "Mengubah hal itu jadi hal yang harus saya lakukan," kata Shin.

Upaya mengubah kebiasaan tentu tidaklah mudah. Dibutuhkan konsistensi kedisiplinan untuk mengubah kebiasaan santai.

Beberapa waku terakhir, sebenarnya Indonesia telah mampu mencuri perhatian dunia ketika digempur gelombang pandemi yang jumlah kasusnya hampr tak terkendali. Namun, berkat upaya keras, gotongroyong, bahu membahu bersinergi antar-seluruh komponen, akhirnya mampu keluar dari masa suram tersebut.

Ini membuktikan, bahwa sebenarnya kita mampu mengubah kebisaan lama yang terlihat santai tapi bisa menjadi yang terbaik dalam menghadapi bergagai tantangan.

Gelombang pandemi telah memberi pelajaran penting. Niatan Shin Tae-yong harus opimistis mampu mengubah kebiasaan lama menjadi lebih baik, tentu jangan sampai melupakan potensi keunggulan kearifan lokal yang dimiliki Indonesia yaitu kebersamaan. Kebersamaan untuk komitmen semua pihak mengubah kebiasaan buruk untuk berbalik menjadi yang terbaik.(*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved