Breaking News:

Berita Semarang

Adanya Kebijakan Karantina Membuat Biaya Umrah Bengkak

Kanwil Kemenag Jateng hingga kini kesulitan mengakses jumlah calon jamaah umrah.

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Shutterstock.com
Ilustrasi umrah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, hingga kini kesulitan mengakses jumlah calon jamaah umrah.

Kondisi tersebut karena pendataan untuk calon jamaah umrah langsung dilakukan oleh biro travel yang diteruskan ke pusat.

Meski demikian, Kanwil Kemenag Jateng mencatat 419 orang dari berbagai daerah di Indonesia diberangkatkan pada Sabtu (8/1) lalu.

Diterangkan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jateng, Ahyani, kewenangan umrah ada di tiap biro travel sebagai penyelenggara keberangkatan.

“Pendataan dan pendaftaran calon jemaah umrah dilakukan biro travel, untuk kemudian data tersebut diteruskan ke Ditektorat Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Kemenag,” paparnya, Selasa (11/1/2022).

Meski terkendala pendataan, namun Ahyani menyampaikan, dari pendataan Kemenag pusat, setidaknya puluhan orang dari total 419 berasal dari Jateng.

“Semua datanya ada di Jakarta dan terangkum dalam satu aplikasi, kami sempat membuka data tersebut, dari 419 orang hanya 26 orang berasal dari Jateng. Namun menurut kami masih banyak yang belum terdata,” ucapnya.

Dipaparkannya, kemungkinan ada pembengkakan biaya umrah untuk tahun ini karena ada kebijakan karantina.

“Sebetulnya biaya umrah juga masuk ranah biro perjalanan, karena ada kebijakan karantina kemungkinan biayanya naik, untuk standar minimal bisa tembus Rp 40 juta. Namun tergantung dari karantina di sana dan panjangnya waktu karantina,” imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved