Breaking News:

Berita Jepara

Harga Minyak Tak Kunjung Turun, Penjual Kerupuk di Jepara Mengeluh: Lebih Parah dari Pandemi

Pemilik pabrik krupuk Berkah Jaya itu menuturkan sudah hampir empat bulan ini harga krupuk yang semula berkisar Rp12.000 naik menjadi Rp19.000.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Adi Yunianto (46) terpaksa mengurangi dua karyawannya sejak harga minyak goreng melambung tinggi.

Pemilik pabrik krupuk Berkah Jaya itu menuturkan sudah hampir empat bulan ini harga krupuk yang semula berkisar Rp12.000 naik menjadi Rp19.000.

Kenaikan ini membuat biaya produksi membengkak.

Akibatnya, perusahaan miliknya menanggung pengeluaran yang besar.

Dia menerangkan, dampak kenaikan harga minyak goreng jauh lebih terasa ketimbang pandemi Covid-19.

Menurutnya, saat pandemi penjualan krupuk masih stabil dan tidak ada pengurangan karyawan.

Namun, perusahaan miliknya kewalahan saat menghadapi kenaikan ongkos produksi.

”Untuk saat ini cara saya bertahan dengan mengecilkan ukuran krupuk. Jadi ukuran yang paling kecil diganti dengan seharga Rp500 hingga Rp1000. Produksi juga berkurang,” kata dia saat ditemui Tribun  Jateng, di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Senin (10/1/2022).

Selain itu, kata dia, jumlah konsumsi minyak goreng juga dikurangi.

Sebelumnya dalam satu hari bisa menghabiskan 200 liter, saat ini setelah ada kenaikan hanya menghabiskan 100 liter. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved