Breaking News:

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Lepas KKN UMP Purwokerto, Rektor Minta Mahasiswa Pahami Kebutuhan Masyarakat

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melepas ratusan mahasiswanya yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Editor: abduh imanulhaq
UMP PURWOKERTO
Pelepasan KKN Mahasiswa UMP Purwokerto di Lapangan Mas Mansoer UMP, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Jebul Suroso melepas ratusan mahasiswanya yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Rektor berpesan supaya mahasiswa memahami tentang kebutuhan dan kondisi dari masyarakat.

“Saya berpesan kepada semua yang melakukan aktivitas KKN jadikan KKN ini sebagai KKN yang BAIK. Bisalah anda mengerti tentang kebutuhan dan kondisi masyarakat. Pahami betul keadaan masyarakat sana, tidak serta merta mendampingi, melakukan sesuatu sebelum anda mengetahui betul kebutuhan mereka,” ujar Rektor UMP Dr Jebul Suroso dalam sambutannya, di Lapangan Mas Mansoer UMP, Selasa (11/1/2022).

Fungsi KKN, lanjut Rektor, kerja nyata, dan masyarakat akan berperan serta kebutuhannya ada kemungkinan dipenuhi semua.

Kedua, arif dan bijaksanalah ketika berada di masyarakat, tunjukkan akhlak baik kalian kepada sang pencipta.

Rektor UMP Dr Jebul Suroso dalam Pelepasan KKN Mahasiswa UMP di Lapangan Mas Mansoer UMP, Selasa (11/1/2022).
Rektor UMP Dr Jebul Suroso dalam Pelepasan KKN Mahasiswa UMP di Lapangan Mas Mansoer UMP, Selasa (11/1/2022). (IST)

“Dengan adanya kegiatan shalat subuh berjamaah itu merupakan salah satu aktivitas yang dapat menunjukkan betapa dekatnya mahasiswa KKN UMP dengan Allah. Bagaimana mahasiswa UMP bisa saling hormat dengan teman, bisa menghargai orang di sekitar, dan itu salah satu kunci kebertrimaan masyarakat kepada peserta,” katanya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMP Dr Suwarno mengatakan, agenda pelepasan mahasiswa KKN di periode Januari 2022, sejumlah 388 mahasiswa disebar ke tiga wilayah.

Yakni Kota Banjar sebanyak 306 mahasiswa dengan program pencegahan dan penanganan stunting.

“Yang kedua di Banyumas yaitu di Kecamatan Cilongok, mengambil 10 desa. Di Cilongok ini program KKN ini adalah pengentasan kemiskinan karena di Cilongok ada 5 desa yang eksta miskin, sehingga diharapkan dengan kedatangan mahasiswa ini bisa membantu desa dalam rangka mengentas kemiskinan,” katanya.

Ketiga, lanjut Suwarno, ditempatkan di Bangka Belitung sebanyak 21 mahasiswa program ke-Indonesia-an.

Dijelaskan, KKN kali ini UMP juga berkolaborasi dengan Universitas Doktor Hamka Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

“Uhamka mengirimkan 24 mahasiswa dan nanti akan digabung dengan KKN yang di Cilongok. Sedangkan untuk Bangka Belitung juga mengirimkan 14 mahasiswa di tempatkan di Cilongok. Sehingga betul-betul misi UMP dalam kegiatan kolaborasi bisa tercapai dalam program KKN tahun ini,” jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved