Forum Guru
OPINI Ika Diah Kurniawati : Bermain Puzzle Asyik
SETELAH rangkaian pembelajaran di semester gasal, pemerintah melalui dinas pendidikan telah menetapkan bahwa awal pembelajaran semester genap
Oleh Ika Diah Kurniawati, SPd
Guru SDN Bandungrejo 2 Mranggen Demak
SETELAH rangkaian pembelajaran di semester gasal, pemerintah melalui dinas pendidikan telah menetapkan bahwa awal pembelajaran semester genap dimulai pada 3 Januari 2022.
Sebagai penanda bahwa hiruk pikuk kesibukan guru akan kembali membersamai pembelajaran peserta didik.
Tahapan evaluasi selama pembelajaran semester gasal harus dijadikan dasar untuk lebih meningkatnya hasil pembelajaran di semester genap, terutama dari sisi metode.
Hal ini dikarenakan selama pandemi ada banyak aktivitas yang disandarkan pada kecanggihan teknologi dengan mengoptimalkan penggunaan gadget sebagai sarana pembelajaran utama.
Padahal penggunaan gadget bagi usia dasar harus mendapatkan pantauan yang maksimal baik dari orang tua maupun guru.
Solusi atau Problem
Saat ini banyak orang tua yang membiarkan anaknya bermain gadget dengan berbagai alasan untuk pembenaran.
Mengasuh anak pada zaman milenial ini memang tak mudah. Karakter mereka yang selalu ingin tahu, tak sabaran, dan kreatif membuat orang tua sedikit kewalahan, namun itulah karakter anak.
Selama kita dapat mengarahkan pada pemakaian teknologi secara positif maka akan terlihat bahwa teknologi akan sangat ramah terhadap perkembangan anak tentu dengan pembatasan yang sesuai.
Teknologi membuat anak-anak selalu ingin dipuaskan dengan cepat. "Kepingin apa, harus dapat sekarang,"
Akibatnya, anak menjadi gampang bosan dan ngambek. Kegiatan belajar mengajar di sekolah yang padat sering kali membuat anak bosan untuk belajar lagi di rumah.
Padahal, orangtua tetap harus mendukung pendidikan anak saat berada di rumah.
Orangtua harus mempersiapan anak untuk memasuki pendidikan tingkat sekolah dasar yang memiliki bekal dalam membaca maupun berhitung.
Untuk menyiasati mendidik anak di rumah yang menarik dapat dilakukan dengan cara mengajaknya bermain game edukasi salah satunya adalah dengan puzzle.
Game
Puzzle adalah media permainan anak yang menarik dan menyenangkan akan meningkatkan kemampuan kognitif anak.
Orangtua dapat mencari alternatif alat permainan untuk pendidikan anak, karena alat permainan yang dirancang dengan baik akan lebih menarik sebab anak biasanya menyukai alat permainan dengan bentuk yang sederhana dan tidak rumit yang disertai dengan warna dan bentuk yang menarik yang salah satunya adalah media puzzel.
Dengan menggunakan media puzzle kemampuan kognitif anak akan tercapai misalnya mengklasifikasikan benda berdasarkan warna atau bentuk atau ukuran, mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi dan kemampuan berpikir untuk memecahkan permasalahan yang sederhana.
Semua alat yang digunakan anak untuk memenuhi naluri bermainnya diistilahkan dengan alat permainan, sedangkan alat permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan disebut dengan alat permainan edukatif.
Alat permainan edukatif merupakan alat permainan yang secara optimal mampu merangsang minat anak sekaligus mampu mengembangkan berbagai jenis potensi anak dan dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas.
Alat permainan edukatif berfungsi sebagai alat untuk mendukung proses pendidikan agar menjadi
lebih manarik, menggembangkan seluruh aspek perkembangan anak, memberi kesempatan pada anak usia dini untuk memperoleh pengetahuan baru dan memperkaya pengalamannya dengan berbagai alat permainan.
Dan memberi kesempatan pada anak usia dini untuk mengenal lingkungan dan mengajarkan pada anak untuk mengetahui.
Maka dapat disimpulkan, kegunaan alat permainan edukatif dengan media puzzle untuk mengembangakan kemampuan kognitif anak dapat dikreasikan sesuai dengan situasi dan kondisi perkembangan anak.
Persiapan
Persiapan untuk masuk jenjang pendidikan SD salah satunya adalah memiliki kemampuan membaca.
Media puzzle dapat dijadikan salah satu permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan untuk anak. Dalam media puzzle dapat dibuat sederhana dan mengajak anak ikut serta pada proses pembuatannya agar mendorong anak lebih kreatif.
Bahan yang mudah yaitu dari kardus bekas yang ada dirumah, caranya dengan dibentuk gambar pola pada kardus.
Kemudian potong kardus sesuai pola, lapisi kardus dengan kertas warna agar lebih menarik untuk anak.
Puzzle dapat di isi dengan huruf untuk fase permulaan, merangkai kata dari huruf-huruf yang ada pada kepingan puzzle.
Jika anak sudah mampu membaca kata dengan lancar dapat dilanjutkan dengan puzzle yang berisi kepingan kata untuk dirangkai menjadi kalimat.
Kata yang digunakan adalah yang berada disekitar anak mulai dari bagian-bagian tubuh manusia, hewan, buah atau tanaman yang ada disekitar dan sering dijumpai.
Penggunaan kata benda disekitar akan lebih menarik untuk anak karena mereka akan secara konkrit melihat benda yang mereka baca.
Selain untuk meningkatkan kemampuan membaca anak, puzzle juga dapat digunakan untuk berlatih berhitung.
Kepingan puzzle dapat di isi dengan angka. Pada fase awal dimulai dengan anak mengurutkan angka.
Setelah anak mengenal angka dapat dilanjutkan dengan penjumlahan atau pengurangan angka dengan cara orangtua mendampingi meletakkan angka yang dijumlahkan dan anak mencari kepingan puzzle yang berisi jawaban angka untuk melengkapi puzzle sehingga menjadi puzzle yang utuh.
Kegiatan membuat puzzle dan bermain menggunakan puzzle dapat digunakan oleh orangtua untuk mendekatkan diri kepada anak, agar anak tidak merasa bahwa dirinya di rumah bersama orangtua tapi pikiran dan hatinya terus tertuju pada gadget. Puzzle yang menarik akan membuat anak selalu ingin memainkannya.
Ubah kepingan puzzle sesuai dengan tingkat kemampuan anak. Ubah pula warna kertas yang digunakan pada kepingan puzzle, ajak anak memilih warna agar mereka selalu berpikir bahwa pendapat mereka juga didengar dan digunakan dalam mengambil suatu keputusan.
Dengan hal tersebut maka akan meningkatkan rasa percaya diri anak, saling menghargai pendapat dan rasa tanggungjawab bahwa pendapatnya digunakan.
Pendidikan karakter dalam lingkup keluarga juga sangat penting sebelum anak memasuki bangku sekolah. Jadi media puzzle ini dapat digunakan untuk bermain dan belajar agar anak tidak bosan dan dapat beralir dari gadget.
Puzzle menjadi alternatif pendamping belajar optimal anak agar tidak mengalami ketergantungan terhadap gadget. Inilah solusi atas problem mendasar gadget yang saat ini sudah menjadi bagian dari perkembangan anak generasi digital.
Semoga semakin terbuka kesadaran bahwa tumbuhnya karakter anak tidak hanya menjadi tanggungjawab guru atau sekolah saja namun sinergi bersama orang tua juga menjadi faktor penting dalam menumbuhkan karakter anak yang berkualitas. (*)
Baca juga: Ledakan di Pandeglang Tewaskan 1 Orang, Terdengar hingga 10 Km Dikira Letusan Gunung Anak Krakatau
Baca juga: Hotline Semarang : Pak, Benarkah Ada Penerapan Kurikulum Baru Tahun 2022?
Baca juga: Hotline Semarang : Pak, Benarkah Ada Penerapan Kurikulum Baru Tahun 2022?
Baca juga: Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Temuannya dari Sebuah Perkantoran di Pelabuhan
Baca juga: Fokus : Ironi Minyak Goreng