Breaking News:

Percepat Pemulihan Ekonomi, Kuota KUR Bank Pelat Merah Naik Lagi di 2022

Tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran KUR naik menjadi Rp 373,17 triliun, melonjak 30,9 persen dari plafon tahun lalu, yakni Rp 285 triliun.

Editor: Vito
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan menambah plafon kredit usaha rakyat (KUR) bagi para pelaku UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi. Kenaikan itu membuat jatah KUR bank pelat merah tumbuh signifikan pada 2022.

Tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran KUR ditingkatkan menjadi Rp 373,17 triliun dengan tingkat bunga tetap 6 persen. Nilai kredit tersebut melonjak 30,9 persen dari plafon tahun lalu, yakni Rp 285 triliun.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) misalnya, menargetkan penyaluran KUR senilai Rp 195 triliun pada 2022. Nilai itu setara 93,02 persen dari realisasi per November 2021 sebesar Rp 181,39 triliun.

Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto optimististis BRI bisa mencapai target tersebut seiring dengan strategi yang dipersiapkan oleh perusahaan.

"Strategi penyaluran KUR BRI di tahun 2022 akan tetap fokus pada pertumbuhan yang selektif dan selaras dengan strategi penyaluran kredit Bank BRI secara umum," katanya, Senin (10/1).

Selain itu, BRI juga memanfaatkan ekosistem hiperlokal yang fokus pada ekosistem desa, pasar kelompok usaha dan komoditas tertentu.

Ditambah dengan strategi bisnis yang mengikuti kebijakan stimulus, sehingga dapat menjadi pendorong pertumbuhan KUR tahun ini.

Bahkan, bank pelat merah ini telah memiliki sumber pertumbuhan baru melalui sinergi ultra mikro. Untuk tahun ini, pihaknya akan fokus pada penyaluran KUR di sektor pertanian, perikanan, pengolahan, dan jasa lainnya.

Seperti diketahui, BRI telah berkolaborasi bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam bentuk Holding Ultra Mikro, yang secara khusus membidik penyaluran kredit di segmen ultra mikro.

Sementara, alokasi KUR Bank Negara Indonesia (BNI) mencapai Rp 38 triliun, atau naik 22,7 persen dari alokasi tahun lalu sebesar Rp 30,95 triliun. Direktur Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto yakin penyaluran KUR akan sesuai dengan alokasi pemerintah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved