Breaking News:

Berita Banjarnegara

Calon Pengantin di Banjarnegara Dipantau Kesehatannya Melalui Aplikasi Elsimil

Pemkab Banjarnegara menggelar program pendampingan, konseling bagi calon pengantin.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Kick Off aplikasi Elsimil di Pendopo Kecamatan Banjarnegara, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Sebagai upaya pencegahan dan penurunan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menggelar program pendampingan, konseling dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin melalui aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil).

Hal ini ditandai Kick Off aplikasi tersebut di Pendopo Kecamatan Banjarnegara, Selasa (11/1/2022). 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB) Banjarnegara,

Hendro Cahyono menyampaikan aplikasi Elsimil ini untuk melakukan screening pendampingan calon pengantin guna memastikan kesiapan menikah dan hamil.

Selama tiga bulan sebelum calon pengantin melangsungkan pernikahan, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan, meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas dan anemia

"Aplikasi ini sebagai alat memantau kesehatan dan edukasi seputar kesiapan nikah dan program hamil. Serta upaya mencegah terjadinya bayi stunting, karena deteksi awal dapat dilihat dari kondisi pasangan pengantin," terangnya, Selasa (11/1/2022) 

Presiden RI menargetkan penurunan angka stunting 14 % di tahun 2024. Saat ini angka stunting nasional 24,4 %, sedangkan untuk Kabupaten Banjarnegara di angka 23,16 %. 

Terkait edukasi pra nikah dan pengisian informasi pada aplikasi Elsimil, para calon pengantin akan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga meliputi unsur tenaga kesehatan, PKK dan Kader KB.

Pihaknya memiliki 2.352 orang dari Tim Pendamping Keluarga yang bertugas mendata dan mendampingi calon pengantin dalam mengisi informasi pada aplikasi Elsimil  

Plh Bupati Banjarnegara mendukung adanya aplikasi Elsimil yang dikembangkan oleh BKKBN ini. 

Stunting walau bukan merupakan penyakit, tetapi tidak boleh dianggap remeh.

Anak dengan kondisi stunting cenderung memiliki kecerdasan lebih rendah dibandingkan anak yang tumbuh dengan optimal.

“Stunting dapat mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved