Breaking News:

Berita Sukoharjo

Dukung Pembasmian Hama Tikus Secara Alami, Polres Sukoharjo Kunjungi Tempat Karantina Burung Hantu

Polda Jawa Tengah mengimbau para petani mengendalikan hama tikus dengan cara- cara alami.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO – Polda Jawa Tengah mengimbau para petani mengendalikan hama tikus dengan cara- cara alami.


Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi melalui Kabid Humas Kombes Pol Iqbal Alqudusy menegaskan membasmi hama tikus di persawahan dengan menggunakan jebakan listrik merupakan cara ilegal.


Menindaklanjuti imbauan tersebut, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, melaksanakan peninjauan ke sekretariat pengembangan Tyto Alba P4s Harmoni Sukoharjo, pada Selasa (11/1/2022) kemarin.


“Kita lakukan peninjauan terhadap karantina burung hantu (Tyto Alba), di mana burung hantu ini merupakan jenis predator yang memakan tikus. Jadi burung ini dapat dimanfaatkan di lahan pertanian sebagai pengendalian hama tikus secara alami,” ucap Wahyu, Rabu (12/1/2022).


Wahyu menjelaskan, pengendalian hama tikus dengan cara alami tersebut sangat disarankan karena tidak membahayakan. 


“Jadi burung hantu (Tyto alba) ini merupakan carnivora yang dikenal menjadikan tikus sebagai musuh alaminya,” ungkapnya.


Wahyu menyampaikan, burung hantu diketahui sangat efektif membasmi hama tikus, karena burung ini dapat memangsa hingga 3 ekor tikus per hari.


"Dan dapat membunuh dengan cengkramannya sampai 10 ekor tikus per hari,” tambahnya.


Di beberapa tempat, lanjut dia, kelompok petani sudah memanfaatkan satwa predator ini dan cukup efektif untuk mengendalikan hama tikus yang menyerang tanaman padi di persawahan.


Karena itu, Wahyu mengapresiasi para petani yang memberdayakan burung hantu untuk membasmi tikus di persawahan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved