Breaking News:

Minyak Goreng Masih Mahal, 10.000 Warteg akan Naikkan Harga Makanan

harga minyak goreng per 2 liter saat ini masih Rp 40 ribu, jauh lebih tinggi dari harga normal, yakni Rp 30 ribuan.

Editor: Vito
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
ilustrasi - Seorang pedagang di Pasar Karangayu Semarang menunjukkan minyak goreng curah, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sebanyak 10.000 warung tegal (warteg) yang tergabung dalam Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) ancang-ancang menaikkan harga menu, termasuk harga gorengan, semisal bakwan goreng.

Hal itu menyusul tingginya harga minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir yang tak kunjung turun, sehingga menyebabkan naiknya biaya produksi warteg.

Ketua Kowantara, Mukroni berujar, hingga kini harga minyak goreng masih mahal. Rencana operasi pasar oleh pemerintah dinilai masih belum terasa dampaknya.

"Tadi saya ke pasar harga minyak masih belum turun harganya. Hari ini ukur per liter itu Rp 20 ribu/kg. Itu yang merek biasa. Yang curah sudah susah," katanya, Selasa (11/1).

Menurut dia, harga minyak goreng per 2 liter saat ini masih Rp 40 ribu, jauh lebih tinggi dari harga normal, yakni Rp 30 ribuan per 2 liter.

Sebetulnya, Mukroni menuturkan, setiap tahun harga melambung tinggi ketika momen akhir tahun. "Tapi ini sudah pertengahan Januari masih tinggi," ujarnya.

Jika harga minyak goreng masih tetap tinggi hingga akhir bulan ini, dia menambahkan, para pemilik warteg, khususnya di Jakarta terpaksa menaikkan harga jual makanan yang disajikan.

Mukroni berujar, sudah ada sekitar 10 ribu pengusaha warteg yang menyatakan bakal menaikkan harga makanannya.

"Kalau masih naik ya kami naikkan juga harga makanan-Red). Misalnya gorengan, yang tadinya Rp 2 ribu kami naikkan jadi Rp 3 ribu, seperti bakwan goreng," tuturnya.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan operasi pasar minyak goreng murah seharga Rp 14 ribu. Namun, Mukroni menyatakan, hal itu belum terasa dampaknya terhadap harga minyak di pasar. (Tribunnews/Dennis Destryawan)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved