Breaking News:

OPINI

OPINI Ginanjar Dwi Cahyanto : Petani Di Ambang Kelesuan

JAWA TENGAH menjadi salah satu sentra produksi pangan khususnya padi dan jagung. Hal tersebut didorong dengan area lahan persawahan

istimewa
Petani tembakau di Temanggung sedang memetik daun tembakau baru-baru ini. 

Oleh Ginanjar Dwi Cahyanto

Sekretariat Nasional BUMP Indonesia

JAWA TENGAH menjadi salah satu sentra produksi pangan khususnya padi dan jagung. Hal tersebut didorong dengan area lahan persawahan yang tergolong luas di tingkat nasional.

Badan Pusat Statistik (2021) mencatat luasan panen untuk komoditas padi Jawa Tengah mencapai 1,68 juta ha dari total luasan panen nasional 10,66 juta ha.

Kementerian Pertanian (2019) menyatakan Jawa Tengah berhasil memproduksi panen padi tertinggi 9,66 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 5,52 ton beras.

Begitu juga sesuai dengan hasil proyeksi dari BPS (2021) menunjukkan Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi penyandang potensi produksi tertinggi nasional.

Kondisi tersebut secara otomatis seharusnya menjadikan Jawa Tengah sebagai penyangga pangan di tingkat nasional karena memiliki ketersediaan pasokan yang berlimpah.

Namun potensi sektor pertanian Jawa Tengah tersebut belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat khususnya para petani.

Dari sekitar 2,4 juta rumah tangga petani yang mayoritas berusia lebih dari 45 tahun tersebut selalu mengalami kelesuan akibat harga gabah yang fluktuatif dari tahun ke tahun.

Berdasarkan Permendag No. 24 Tahun 2020, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) tingkat petani sebesar Rp 4.200/kg padahal pada kenyataannya di lapangan gabah beberapa daerah Jawa Tengah mengalami penurunan harga di bawah HPP.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved