Breaking News:

Berita Jepara

Bupati Jepara Dian Kristiandi Usulkan Ratu Kalinyamat Sebagai Pahlawan Nasional

Bupati Jepara Dian Kristiandi memberikan rekomendasi pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. 

TRIBUNJATENG.COM/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Bupati Jepara Dian Kristiandi memberikan rekomendasi pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.  

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Bupati Jepara Dian Kristiandi memberikan rekomendasi pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. 


Ini merupakan bukan rekomendasi yang pertama, pada 2019 lau pihaknya juga sudah memberikan rekomendasi, tetapi belum disertai naskah akademil yang komplit.


Pria yang akrab disapa Andi itu menegaskan komitmennya mendukung Ratu Kalinyamat ditetapkan Pahlawan Nasional setelah menerima audiensi tim pakar dari Yayasan Dharma Bakti Lestari, Kamis (13/1/2022) di ruang kerjanya.

“Pemkab Jepara tentu mendukung sepenuhnya pengajuan ini.

Kami bahkan berterima kasih kepada tim yang telah sedemikain rupa melakukan kajian demi pengajuan tokoh Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional,” kata dia.


Andi menambahkan, tidak hanya pemerintah pusat yang akan memberikan gelar pahlawan nasional, tapi warga masyarat pun juga harus ikut meneladani sosok Ratu Kalinyamat.

Mulai dari kehidupan masyarakatnya, keberaniannya, hingga sifat-sifat keibuan yang dimiliki. 


“Semangat Ratu Kalinyamat ini harus diwariskan kepada anak cucu kita, sebagai pemersatu bangsa,” tegasnya.


Sementara itu, salah seorang yang terlibatn tim pakar, Pro. Ratno Lukito mengungkapkan jsetelah melakukan penelitian mulai tahun 2018, tim akhirnya berhasil menyusun naskah akademik dengan judul Ratu  Kalinyamat Perempuan Perintis Antikolonialisme 1549 – 1579.

Penelitian terhadap kepahlawan Ratu Kalinyamat ini juga didukung oleh berbagai elemen masyarakat Jepara.


Naskah akademik ini  ditulis dengan mendasarkan riset kualitatif ini melibatkan sejarawan, arkeolog serta arsiparis serta  melibatkan para akademisi dari Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Indonesia Jakarta dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara dan University of Porto, Portugal.
 
“Tim pakar dalam risetnya juga berhasil   menemukan delapan sumber primer penulis Portugis. Sumber-sumber  primer ini belum digunakan sebagai dasar pengajuan sebelumnya, “ujar Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat, Pro.f Ratno Lukito.


Menurut Ratno ada berapa catatan sejarah terkait dengan Ratu Kalinyamat yang baru terungkap.

hanya diketahui ada 2 kali penyerangan armada Ratu Kalinyamat untuk mengusir Portugis dari Malaka yaitu tahun 1551 dan 1574. 


“Namun berdasarkan sumber primer, ada 2 kali penyerangan Portugis di Teluk Ambon. Tahun   1554, Ratu Jepara mengirimkan pasukan ke Teluk Ambon menyerang pasukan Portugis di wilayah itu dan  tahun  1565, Ratu Jepara mengirim armadanya  ke Ambon, karena  Portugis  mulai menguasai sumber-sumber ekonomi,” tandasnya.(yun)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved