Berita Sragen
Bupati Sragen Resmikan Pasar Barong: Pasar Lama Segera Dirobohkan
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan Pasar Barong yang berlokasi di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meresmikan Pasar Barong yang berlokasi di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kamis (13/1/2022).
Pembangunan atau revitalisasi Pasar Barong ini dibangun pada 2021 selama 120 hari. Dana berasal dari TP-APBN Rp 3,75 miliar dari pagu anggaran Rp 4 miliar.
Pasar Barong ini terdapat 112 kios dan los. Selain itu juga dilengkapi dengan fasilitasi kantor pengelola pasar di lantai dua, enam kamar mandi, TPS, tempat pemotongan ayam dan ruang laktasi.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan, Cosmas Edwi Yunanto mengatakan Pasar Barong ini akan ditempati pedagang di Pasar Krempyeng.
Di Pasar Krempyeng setidaknya ada 98 pedagang, 52 pedagang diantaranya merupakan kios dan 44 pedagang menempati los.
"Pasar Barong ini diutamakan untuk pedagang Pasar Krempyeng dipindahkan ke dalam. Kios yang berada di pasar lama akan diratakan dan dijadikan tempat parkir," kata Cosmas.
Sisa kios dan los, kata Cosmas akan ditawarkan kepada warga sekitar yang ingin berjualan di Pasar Barong.
Cosmas melanjutkan prototipe Pasar Barong ini berasal dari pusat. Terlebih pihaknya juga masih menunggu hibah dari pemerintah pusat ke Pemkab Sragen.
"Pasar ini prototipe dari pusat, kita menunggu hibah. Sampai sekarang belum dihibahkan. Untuk retribusi kita akan tarik setelah hibah dari pemerintah pusat ke pemerintah Sragen," kata Cosmas.
Meskipun belum dihibahkan, para pedagang sudah boleh menepati Pasar Barong. Hanya saja pihaknya belum menata dan membagi para pedagang masuk pasar dengan detail.
Pada kesempatannya, Bupati Yuni berpesan dalam penataan pedagang supaya dimusyawarahkan karena ada pedagang yang katanya berasal dari luar Barong.
Dirinya tidak ingin pembangunan pasar justru menimbulkan kekacauan. Dia menginginkan pasar tradisional ini harus lebih baik dari pasar modern.
Usai diresmikan, Bupati Yuni berkeliling pasar untuk mengecek kondisi Pasar Barong. Yuni meminta Pasar Krempyeng yang berada di Barat pasar Barong untuk segera diratakan.
Dalam hasil pengecekannya, Yuni mengatakan harus ada penyelamatan aset pasar. Dirinya meminta agar pasar diberi pagar, sehingga batas antara tanah warga jelas.
"Ini nanti penataan lingkungan harus segera dianggarkan pagar belakang di perubahan 2022. Penataan besar, kios di depan pasar akan kita ratakan sebagai pintu masuk pasar," katanya.
Sementara itu, Lurah Pasar Barong Haryanto menambahkan sisa los di Pasar Barong rencananya akan dipergunakan bagi 80 pedagang di sepanjang jalan depan Pasar Krempyeng. (uti)