Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Refleksi Pembangunan Kabupaten Tegal 2021, Pengaruh Kuat Pandemi Covid Pada Kehidupan Sosial Ekonomi

Lewat paparannya, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan kuatnya pengaruh pandemi Covid-19 terhadap kehidupan masyarakat Kabupaten Tegal

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Humas Pemkab Tegal
Foto Bupati Tegal Umi Azizah (tengah), bersama Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie (kanan), dan Ketua DPRD Kabupaten Tegal Moh Faiq (kiri), saat menghadiri acara Refleksi Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tegal Periode 2019-2024 di Pendopo Amangkurat belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Memasuki tahun ketiga kepemimpinan Bupati Tegal Umi Azizah dan Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie periode 2019-2024, Pemkab Tegal gelar acara refleksi capaian program pembangunan tahun 2021. 

Acara yang disiarkan langsung melalui streaming internet dan dihadiri unsur legislatif, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku usaha, tokoh masyarakat hingga pimpinan organisasi kemasyarakatan ini berlangsung di Pendopo Amangkurat belum lama ini. 

Lewat paparannya, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan kuatnya pengaruh pandemi Covid-19 terhadap kehidupan masyarakat Kabupaten Tegal

Terlebih, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan laju kasus penularan varian Delta yang mencapai puncaknya di bulan Juni dan Juli 2021 lalu telah menekan aktivitas ekonomi dan menurunkan daya beli warganya.

Dampaknya, ungkap Umi, angka kemiskinan di Kabupaten Tegal meningkat dari 7,64 persen di tahun 2019 menjadi 8,14 persen di tahun 2020, dan kembali meningkat di tahun 2021 menjadi 8,60 persen. 

Demikian pula dengan tingkat pengangguran terbuka yang menyentuh angka 9,97 persen.

“Selama pandemi, angka kemiskinan di Kabupaten Tegal memang bertambah, meski masih tergolong 10 besar terendah di Jawa Tengah. Akan tetapi, pengangguran kita ini cukup tinggi. Artinya, sebagian warga pengangguran kita tidak miskin dan mereka masih memilih jenis usaha atau pekerjaan yang tepat dengan upah atau gaji yang pantas. Kiranya ini yang menjadi tantangan kita ke depan,” papar Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (13/1/2022). 

Sehingga melalui kebijakan yang memberikan kemudahan berinvestasi dan berusaha, diharapkan pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya padat karya diharapkan akan meningkat dan lapangan kerja baru pun akan terbuka lebih luas, termasuk peluang berwirausaha di kalangan pemuda dan usaha mikro, kecil dan menengah.

Adapun upaya Pemkab Tegal agar dampak pandemi Covid-19 tidak semakin memperburuk kesejahteraan masyarakatnya adalah mengimplementasikan program jaring pengaman sosial.

Tercatat, sepanjang 2021, sebanyak 974.124 jiwa penduduk di Kabupaten Tegal masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos RI sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah pusat, termasuk bansos dari Pemprov Jawa Tengah, dan Pemkab Tegal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved