Breaking News:

Universitas Semarang

Dosen Teknik Sipil USM Semarang Dr Adolf Situmorang Bantu Desain Penanganan Longsor

Longsor yang terjadi pada 2021 Ruas Giriwoyo– Glonggong Wonogiri KM 81+200, menjadikan akses Giriwoyo menuju Glonggong terputus

Editor: abduh imanulhaq
IST
Longsor yang terjadi di ruas jalan Giriwoyo, Wonogiri, pada 2021 lalu 

TRIBUNJATENG.COM - Dosen Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) Dr Adolf Situmorang MT membantu mendesain penanganan bencana longsor di beberapa daerah di Indonesia antara lain Giriwoyo Wonogiri dan Tol Cipali.

Menurut Adolf, selama ini longsoran merupakan ancaman bagi warga karena jalan penghubung antar daerah bisa terputus sehingga akses warga terganggu.

Menurutnya, dibutuhkan penanganan longsor yang tepat dan harus benar-benar baik dan bisa permanen untuk jangka panjang.

Ia membeberkan penanganan bencana longsor disesuaikan dengan jenis longsoran dan kondisi geoteknik.

Seperti di Giriwoyo Wonogiri jenis longsorannya rock fall dan di Tol Cipali jenis longsorannya jenis rotasi sehingga penangannya berbeda.

“Longsor yang terjadi pada 2021 Ruas Giriwoyo– Glonggong Wonogiri KM 81+200, menjadikan akses Giriwoyo menuju Glonggong terputus karena banyaknya material batuan yang jatuh sampai ke badan jalan. Melihat kondisi lapisan batuan yang ada maka penanganan yang digunakan adalah dengan Rock Nailing dimana penanganan menyesuaikan bentuk longsoran yang ada, sehingga tidak membutuhkan galian di area longsoran,” ungkap Adolf, Kamis (13/1/2022).

Rock nailing merupakan bentuk penanganan lereng dengan menggunakan Jaring Kawat (Wire Mesh).

Untuk longsoran ini digunakan kuat tarik 145 kN/m, dan diangkur sampai kedalaman 8M. 

Longsor Jalan Tol Cipali KM 122+400A yang terjadi pada bulan Februari 2021 mengakibatkan putusnya akses tol menuju Jakarta.

Longsoran terjadi akibat curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan gerusan pada kaki timbunan setinggi 10m sehingga menjadikan timbunan tidak stabil. 

Adolf menambahkan penanganan yang dilakukan adalah dengan soldier pile yang dianggap dapat menahan beban lateral yang terjadi. 

"Kedalaman soldier pile berdasarkan hasil analisa dibutuhkan sedalam 18 meter yang memotong bidang gelincir longsoran, sehingga penanganan longsoran dapat bekerja dengan optimal. Penanganan longsoran dengan ini sudah dilakukan sejak Februari 2021 dan dibuka Kembali bulan April 2021 oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)," tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved