Breaking News:

Berita Salatiga

Mahasiswa IAIN Salatiga Meninggal Usai Ikuti Kegiatan Mapala di Gunung Telomoyo, Ini Pemicunya

Mahasiswa Mapala IAIN Salatiga, Asif I Ahany (19) meninggal di RST dr Asmir Salatiga setelah melaksanakan kegiatan di Gunung Telomoyo. 

Penulis: hermawan Endra | Editor: moh anhar
Polsek Tingkir
Faizin, ayah dari Asif I Ahany,menandatangani surat pernyataan penolakan dilakukan autopsi. Asif merupakan mahasiswa IAIN Salatiga yang meninggal saat mengikuti kegiatan mapala. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Mahasiswa Mapala IAIN Salatiga, Asif I Ahany (19) meninggal di RST dr Asmir Salatiga setelah melaksanakan kegiatan di Gunung Telomoyo. 

Asif merupakan warga Dusun Gamolan RT 10 RW 03 Segiri Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang.

Kronologis kejadian berawal saat korban mengikuti kegiatan Mapala di Gunung Telomoyo mulai Jumat (7/1/2022).

Pada Rabu (12/1/2022), ia kembali ke Posko Qoryah Toyibah, Kalibening Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga dalam keadaan sakit.

Baca juga: Vaksinasi Anak di Batang Capai 30 Persen, Bupati Wihaji Optimis Target Selesai Dua Minggu

Baca juga: Deretan Sayuran yang Penting Bagi Ibu Hamil dan Pertumbuhan Janin

Karena kondisi korban semakin memburuk, pada Kamis (13/1/2022) sekitar pukul 22.10, korban diantarkan rekan-rekanya ke RST dr Asmir Salatiga dengan kondisi tidak sadar.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga terdapat luka di kaki kanan, pasien tampak pucat dan lemah.

Sampai di IGD pasien langsung diturunkan dari sepeda motor lalu dibawa masuk ke IGD.

Kondisi seluruh tubuh sudah dingin, pucat, nafas tidak ada.

Pada pukul 22.30 WIB korban dinyatakan meninggal oleh dokter jaga yang menangani. 

Kapolsek Tingkir, Kompol Edi Hartono SH MH, menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan laporan tersebut pada Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Wali Kota Pekalongan : Monggo Masyarakat yang Rentan Tertular Mau Divaksin Booster

Baca juga: Warga Sidakengen Purbalingga Buat Gerakan Jumat Berkah, Puluhan Nasi Bungkus Gratis Dibagikan

Pemeriksaan dan tindakan medis oleh dr Koesworo (dokter jaga RST Asmir Salatiga) pada pukul 22.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia diduga karena mengalami kelelahan dan lemah jantung, serta tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Dari pihak keluarga, yakni Faizin, ayah korban, setelah mengetahui kejadian tersebut telah membuat dan menandatangani surat pernyataan penolakan dilakukan autopsi terhadap korban yang diketahui oleh Ketua RT, Kepala Dusun serta Kepala Desa di Dusun Gamolan RT 010 RW 03 Kelurahan Segiri, Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved