Breaking News:

Berita Semarang

UMKM Antusias Sambut Langkah Pemerintah Subsidi Minyak Goreng untuk Stabilkan Harga

UMKM di Kabupaten Semarang, merasa senang ketika tahu minyak goreng akan disubsidi.

Penulis: Hermawan Handaka | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang, merasa senang ketika tahu minyak goreng akan disubsidi oleh pemerintah dan dijual seharga 14.000 per liter. 

TRIBUNJATENG.COM - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang, merasa senang ketika tahu minyak goreng akan disubsidi oleh pemerintah dan dijual seharga 14.000 per

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang, merasa senang ketika tahu minyak goreng akan disubsidi oleh pemerintah dan dijual seharga 14.000 perliter.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang, merasa senang ketika tahu minyak goreng akan disubsidi oleh pemerintah dan dijual seharga 14.000 perliter. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

liter.

Salah satunya Rohan (50) pedagang pecel dan gorengan asal Kalirejo. Rohan berharap program subsidi yang dibuat oleh pemerintah dapat menurunkan harga minyak goreng di pasaran. 

"Oh, ya senanglah kalau disubsidi, Alhamdulillah sekali, jadi harga minyak goreng bisa turun di pasaran," ujar Rohan di sela-sela acara usAHA Borong Usaha yang diadakan oleh UMKM usAHA binaan Airlangga Hartarto di Alun-alun Bung Karno, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (12/1). 

Rohan mengaku, semenjak harga minyak goreng naik, ia harus menambah modal untuk membeli minyak, sedangkan dagangannya cenderung sepi pengunjung.

Sebelum harga minyak naik, Rohan mengatakan, dirinya mampu membuat sebanyak 5kg gorengan, sekarang ia cuma bisa membuat paling banyak 3kg gorengan. 

Keuntungan yang ia dapat pun hanya pas-pasan untuk menghidupi istri dan tiga anaknya. Agar tidak rugi, Rohan juga terpaksa untuk mengurangi porsi pecel dan gorengannya, karena ia tak berani menaikkan harga dagangannya. 

"Gak sanggup beli minyaknya, makin banyak keluar modal, untungnya cuma sedikit," imbuh Rohan. Rohan pun meminta agar subsidi minyak goreng bisa segera direalisasikan. 

Hal senada juga disampaikan oleh Pipit (37), pedagang batagor dan siomay, asal Gunung Pati, Kabupaten Semarang.

Ia berharap program subsidi minyak goreng segera terealisasi. Menurutnya, program tersebut mampu membuat harga minyak goreng stabil. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved