Berita Salatiga

Pandemi Reda dan Usaha Mulai Bangkit, UMKM di Salatiga Puji Langkah Airlangga

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Salatiga menilai, kebijakan yang dibuat oleh KPCPEN dalam penanganan pandemi sudah tepat.

Penulis: Hermawan Handaka | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Kegiatan usAHA Borong Usaha yang dilakukan komunitas binaan Airlangga Hartarto, di Kota Salatiga. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Salatiga menilai, kebijakan yang dibuat oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam penanganan pandemi sudah tepat untuk pegiat UMKM yang terdampak.

Salah satunya adalah Ipung Effendi (37), pedagang Cendol Dawet Ireng khas Purworejo.

Ia menuturkan, berkat kebijakan tersebut, UMKM bisa bangkit kembali.

Baca juga: Terbukti Tipu 57.000 Anggota hingga Rp 300 Miliar, Bos EDCCash Divonis 6 Tahun Penjara

Baca juga: Gadis 27 Tahun Mengaku Dicabuli Pacar Hingga Hamil, Ternyata Pelaku Adalah Ayah Kandung

Baca juga: Anang Hermansyah Ngaku Cekcok dengan Ashanty Hampir Batal Menikah


"Saya ngucapin terima kasih ke pemerintah, khususnya ketua KPCPEN, Airlangga Hartarto, penanganan pandemi Indonesia menurut saya luar biasa, dengan banyaknya vaksin yang digencarkan dan pedagang kecil atau UMKM seperti saya ini bisa bangkit," tutur Ipung dalam acara usAHA Borong Usaha yang dilakukan komunitas binaan Airlangga Hartarto, di Kota Salatiga, Kamis (13/1). 


Ipung menceritakan, pandemi memberikan dampak yang luar biasa bagi dirinya. Ia mengalami penurunan pendapatan hingga 80 persen dari sebelum pandemi.

Sebelum pandemi, dirinya bisa mendapatkan omzet 2-3 juta rupiah.

Setelah pandemi omzet yang didapatkan hanya 700 ribu rupiah saja.

Namun, seiring penanganan pandemi yang terus meningkat dari pemerintah, ia mengaku mulai ada peningkatan penjualan. 


"Dengan adanya program vaksin dan kasusnya terus menurun, penjualan saya secara grafik itu meningkat, ya meskipun gak seperti sebelum pandemi, tapi itu lumayanlah, dibanding sebelum ada vaksin dan ketatnya pembatasan," jelas Ipung. 


Selain itu, Alfia (48) sebagai pedagang lotek juga merasakan hal yang sama. Ia menilai, kebijakan yang dibuat pemerintah sangat membantu pedagang kecil dari segi penjualan. 


"Menurut saya kebijakan pemerintah untuk penganan pandemi ini udah tepat, jadi UMKM kecil seperti saya bisa jualannya rame lagi," ungkap Alfia. 


Ibu dari dua anak itu menuturkan, saat ini penjualannya mengalami peningkatan.

Meski tak seperti sebelum pandemi, namun dirinya bersyukur karena masih mendapatkan penghasilan dari berjualan.

Alfia bercerita, ketika awal pandemi, dirinya pernah hanya membawa uang 50 ribu rupiah, bahkan pernah dagangannya tidak laku sama sekali.

Padahal, sebelum pandemi, dirinya bisa mendapatkan omzet yang lumayan.

Baca juga: Panduan Login PeduliLindungi untuk Cek Tiket Vaksin Booster Gratis, Simak Syaratnya

Baca juga: Izin Usahanya Rumah Makan, Namun Sajikan Tari Striptis di Dekat Masjid Agung Batam

Baca juga: Dibaca Nabi Musa, Berikut Doa Saat Berhadapan Banyak Orang, Bisa Diamalkan saat Akan Pidato


"Dulu sebelum pandemi itu jualan sehari omzetnya bisa 1-1,5 juta. Sekarang 400-600 ribu, ini juga udah mendingan, dulu pas awal saya pernah gak laku sama sekali, pernah juga cuma bawa pulang uang 50 ribu dari hasil jualan," ungkap Alfia. 


Alfia pun berharap, ke depannya perekonomian Indonesia bisa terus membaik dan penanganan pandemi terus ditingkatkan, agar varian baru Omicron tidak menjadi kendala bagi pelaku UMKM


"Semoga kedepannya ekonomi Indonesia semakin membaik. Walaupun ada varian baru omicron, tapi saya yakin pemerintah dan yang bertugas menangani pandemi ini sudah bersiap untuk menekan penyebaran kasusnya, biar gak jadi kendala buat pedagang kecil," tutup Alfia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved