Bantuan untuk Tonga Belum Bisa Terkirim, Bandara Terendam Air dan Tertutup Abu

bantuan belum bisa dikirimkan karena hujan abu yang terjadi. Selain itu, landasan pacu juga terendam air, dan sebagian tertutup abu atau kotoran.

Editor: Vito
Kompas.tv
Gambar satelit memperlihatkan erupsi gunung api bawah laut Hunga Tonga Hunga Ha'apai di dekat negara kepulauan Pasifik, Tonga, pada Sabtu (15/1/2022). (Sumber: NOAA via BBC) 

TRIBUNJATENG.COM, NUKU'ALOFA - Bandara Internasional Fua'amotu, yang merupakan bandara utama di Tonga, masih terselamatkan dari bencana tsunami dan erupsi gunung api bawah laut yang melanda negara itu pada Sabtu (15/1/2022) lalu.

Namun, bantuan belum bisa dikirimkan karena hujan abu yang terjadi. Selain itu, landasan pacu juga terendam air, dan sebagian tertutup abu atau kotoran.

Beberapa pejabat Tonga mengatakan pada OCHA, membersihkan landasan terbang membutuhkan waktu berhari-hari, dan paling cepat selesai pada Rabu (19/1).

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Nanaia Mahuta, mengatakan, abu vulkanik dapat menyebabkan masalah bagi negara lain yang akan mengirim bantuan ke Tonga melalui pesawat.

“Gambar menunjukkan abu di landasan pacu bandara Nuku’alofa yang harus dibersihkan sebelum penerbangan C-130 Hercules dengan bantuan kemanusiaan dapat mendarat,” jelasnya.

Selandia Baru telah mengirimkan dua kapal angkatan laut yang membawa air dan pasokan bantuan lainnya.

Menurut penjelasan Mahuta, Pemerintah Selandia Baru telah mengalokasikan dana 500 ribu dollar untuk bantuan kemanusiaan, sehingga total dana awalnya menjadi satu juta dollar.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyatakan, komunikasi belum terjalin dengan banyak daerah pesisir di luar ibu kota, Nuku'alofa, pada Senin (17/1).

"Nuku'alofa tertutup gumpalan tebal debu vulkanik tetapi sebaliknya kondisinya tenang dan stabil. Kami belum menerima kabar dari daerah pesisir lainnya," jelas dia.

Pesawat Orion angkatan udara Selandia Baru meninggalkan Auckland pada Senin (17/1) pagi. Mereka berencana untuk terbang di atas gugusan pulau Ha'apai dan kemudian pulau utama Tongatapu, untuk menilai kerusakan dan mencari landasan pacu yang aman untuk pendaratan pesawat berikutnya.

Pasukan pertahanan Australia juga mengirim pesawat pengintai pada hari Senin, untuk menilai kerusakan infrastruktur penting seperti jalan, pelabuhan dan saluran listrik.

Badan Kemanusiaan PBB (OCHA) menuturkan, warga di pesisir barat pulau Tongatapu telah dievakuasi karena 'kerusakan yang signifikan.' Beberapa menteri pemerintah juga mengumumkan masyarakat untuk tidak menekan harga terlalu tinggi, mengingat wilayah itu terancam kekurangan pasokan.

Pemerintah Tonga direncanakan akan meminta bantuan formal dari negara tetangga, seperti Australia dan Selandia Baru, pada Rabu (19/1). Kedua negara itu memiliki pesawat angkut militer C-130 yang siaga dan membawa suplai darurat. 

Erupsi yang terjadi di gunung tersebut menyebabkan gelombang tsunami di Samudra Pasifik. Erupsi ini juga terdengar hingga 2.300 kilometer di Selandia Baru.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved