Dampak Erupsi Gunung Api dan Tsunami Tonga Picu Kekhawatiran Banyak Korban

Seluruh desa di Pulau Mango hancur. Selain itu, beberapa bangunan hilang di dekat Pulau Atata.

Editor: Vito
ANGKATAN PERTAHANAN SELANDIA BARU / AFP
Foto yang dirilis Angkatan Pertahanan Selandia Baru pada Selasa (18/1) menunjukkan pemandangan dari pesawat P-3K2 Orion, memperlihatkan seluruh area di Tonga tertutup abu vulkanik. Erupsi gunung berapi Hunga-Tonga Hunga-Haa'pai di bawah laut dan tsunami yang terjadi pada Sabtu (15/1) lalu, menyebabkan kerusakan parah di negara itu. 

NUKU'ALOFA, TRIBUN - Seorang diplomat Tonga, Tu'ihalangingie, pada Selasa (18/1/2022), menyatakan, beberapa pulau terluar negara itu mengalami kerusakan parah akibat erupsi gunung api bawah laut dan tsunami yang terjadi pada Sabtu (15/1/2022) lalu.

Bencana tersebut juga dikhawatirkan menewaskan dan melukai banyak orang, di mana erupsi dan tsunami yang terjadi telah menyebabkan terputusnya komunikasi di seluruh wilayah.

Gambar yang diambil oleh Angkatan Pertahanan Selandia Baru (NZDF) dari pesawat pengintaian menunjukkan seluruh desa hancur di Pulau Mango.

Selain itu, beberapa bangunan hilang di dekat Pulau Atata. Ada juga gambar yang menunjukkan terpal untuk berteduh terpasang di Pulau Mango.

"Masyarakat panik, orang berlarian dan terluka. Ada kemungkinan lebih banyak kematian dan kami hanya berdoa bukan itu yang terjadi. Sangat mengkhawatirkan melihat potensi gelombang melanda Atata dari satu ujung ke ujung lain," ujar Tu'ihalangingie, dikutip dari Reuters.

Seorang polisi Tonga mengatakan pada Komisi Tinggi Selandia Baru, jumlah korban tewas diketahui sebanyak dua orang. Meski demikian, komunikasi di negara itu masih terputus, menyebabkan angka pasti dari korban tewas masih belum jelas.

Koordinator PBB yang berbasis di Fiji, Jonathan Veitch mengatakan, dua kematian telah dikonfirmasi. Dikutip dari NZherald, Veitch membenarkan ada satu korban tewas, yaitu seorang wanita Inggris bernama Angela Glover. Ia dilaporkan tewas oleh keluarganya akibat tsunami di Nuku'alofa.

Sementara itu, belum ada konfirmasi resmi mengenai korban dari pihak berwenang Tonga, karena masih ada beberapa wilayah di Tonga yang sulit melakukan komunikasi.

Menteri Australia untuk Pasifik, Zed Seselja mengatakan, pejabat Tonga berharap bisa mengevakuasi masyarakat yang terisolasi dan berada di lokasi sulit. Rumah di kepulauan Ha'apai dan beberapa kepulauan luar lain hancur karena tsunami.

Badan Kemanusiaan PBB (OCHA) pada Selasa (18/1), melaporkan tanda bahaya terjadi di Ha'apai, tempat Mango berada. "Suar marabahaya aktif terdeteksi dari Mango," kata OCHA, dikutip dari AFP. Pulau ini dihuni lebih dari 30 orang, menurut angka sensus Tonga.

Menurut informasi Angkatan Laut Tonga kepada OCHA, gelombang menerpa daerah tersebut dengan ketinggian 5 hingga 10 meter.

Pulau Atata dan Mango berjarak 50 kilometer dan 70 kilometer dari gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai. Selain menghancurkan bangunan, abu vulkanik yang timbul akibat erupsi juga menutupi kepulauan itu.

Erupsi yang terjadi di gunung tersebut menyebabkan gelombang tsunami di Samudra Pasifik. Erupsi ini juga terdengar hingga 2.300 kilometer di Selandia Baru.

Letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha'apai, 65 km utara ibu kota Tonga, dianggap sebagai peristiwa gunung berapi terbesar dalam 30 tahun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved