Berita Nasional

Alasan Pemerintah Buat Kebijakan Dilarang Keluar Negeri Tapi WNA Bebas Masuk untuk Cegah Omicron

Dalam dua hari terakhir kasus harian Covid-19 kembali meningkat ke angka seribu kasus perhari.

Editor: rival al manaf
(SHUTTERSTOCK/natatravel)
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sebaran virus corona varian Omicron kian meluas di Indonesia.

Dalam dua hari terakhir kasus harian Covid-19 kembali meningkat ke angka seribu kasus perhari.

Dari hari ke hari, kasus virus corona di Tanah Air kian meningkat akibat penularan varian asal Afrika itu.

Presiden Joko Widodo pun telah angkat bicara terkait hal ini.

Baca juga: Mobil Dijual di Semarang Murah Berkualitas Rabu 19 Januari 2022

Baca juga: Bocah SD Meninggal Setelah Menerima Vaksin Covid-19, Dinkes Kota Tasikmalaya Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Karir Terbaru di Semarang Rabu 19 Januari 2022

Lagi-lagi, ia mengimbau masyarakat tak bepergian ke luar negeri.

Ia juga meminta masyarakat tetap waspada serta tidak jemawa dan gegabah.

Namun, di saat yang sama, pemerintah justru membuka pintu perjalanan internasional bagi seluruh negara.

Tidak ada lagi negara yang warganya dilarang masuk Indonesia demi mengantisipasi varian Omicron.

Memang, pelaku perjalanan dari luar negari yang baru tiba di Indonesia wajib menjalani karantina.

Namun, pemerintah juga bisa memberikan sejumlah dispensasi atau pengecualian karantina.

Dengan catatan ini, pernyataan Presiden Jokowi seolah menjadi ironi.

Imbauan tak ke luar negeri

Imbauan Presiden Jokowi agar masyarakat menunda perjalanan luar negeri disampaikan pada Selasa (18/1/2022).

Ia mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 yang disebabkan varian Omicron.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved