Pandemi Covid-19 Jauh dari Kata Selesai, Sekjen WHO: Jangan Remehkan Omicron

varian omicron terus menyapu dunia. Hingga kini tercatat sebanyak 18 juta kasus baru covid-19 yang dilaporkan minggu lalu.

Editor: Vito
IST
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus 

TRIBUNJATENG.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih jauh dari kata selesai.

Pasalnya, sejumlah negara seperti Perancis, Jerman, dan Brasil mencatat rekor kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Munculnya varian Omicron yang sangat menular telah menyebar dengan cepat di seluruh dunia sebagaimana dilansir Frnace24, Rabu (19/1).

Varian tersebut membuat beberapa pemerintah untuk memberlakukan langkah-langkah baru sambil mempercepat peluncuran vaksin Covid-19 dosis booster.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan varian omicron terus menyapu dunia. Hingga kini tercatat sebanyak 18 juta kasus baru covid-19 yang dilaporkan minggu lalu.

“Pandemi ini belum berakhir,” katanya, kepada wartawan, di Jenewa, Selasa (18/1).

Kini, Eropa menjadi episentrum covid-19 yang mengkhawatirkan. Pekan lalu, Eropa melaporkan 5 juta kasus covid-19.

Harapan untuk pemulihan pariwisata Eropa masih suram akibat melonjaknya kasus covid-19 akibat varian Omicron.

WHO sempat memperkirakan Omicron dapat menginfeksi setengah penduduk Eropa pada Maret 2022, dan membuat seluruh rumah sakit di Benua Biru kewalahan.

Tedros memperingatkan agar negara-negara di seluruh dunia tidak meremehkan varian Omicron. Pasalnya, varian ini terus menyebar ke seluruh dunia setelah pertama kali terdeteksi di Afrika bagian selatan pada November 2021.

“Omicron mungkin kurang parah, rata-rata, tetapi narasi bahwa itu adalah penyakit ringan yang menyesatkan,” ucpnya.

Negara-negara Eropa kini tengah berjuang melawan melonjaknya kasus covid-19 akibat Omicron. Pada Selasa, Jerman mencatat 112.323 kasus covid-19 baru dan 239 kematian.

Jumlah itu merupakan rekor kasus Covid-19 tertinggi di negara itu sejak pandemi di negara itu. Varian Omicron disebut menjadi penyumbang terbesar kasus covid-19 di negara itu, dengan lebih dari 70 persen infeksi baru.

Adapun, situasi covid-19 terus memburuk di Perancis dengan 464.769 kasus baru terdeteksi dalam sehari pada  Selasa (18/1). Sejak 11 Januari 2020, kematian yang diketahui dalam pandemi telah melonjak menjadi lebih dari 5,5 juta jiwa. (Kompas.com/CNNIndonesia.com) 

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved