Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Puncak Kasus Omicron Diprediksi Maret-April, Bupati: Semoga Tidak Sampai Sragen

Pemerintah pusat memprediksi puncak kasus Covid-19 Omicron di Indonesia akan terjadi pada Maret atau April 2022. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni S

Tayang:
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati disela-sela pencanangan vaksinasi Covid-19 Booster di UPTPK Sragen, Selasa (18/1/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemerintah pusat memprediksi puncak kasus Covid-19 Omicron di Indonesia akan terjadi pada Maret atau April 2022. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap Omicron tidak masuk ke Sragen.

Bupati Sragen mengajak para masyarakat Sragen untuk mendaftarkan diri menerima suntikan dosis ketiga atau booster untuk menaikkan imunitas tubuh.

"Ayo masyarakat Sragen segera mendaftar vaksin booster. Mudah-mudahan kita semua terlindungi."

"Karena kemarin Pak Menkes mengatakan bahwa Maret atau April itu adalah puncak-puncaknya Omicron di Indonesia," kata Bupati ketika pencanangan vaksinasi booster, Selasa (18/1/2022).

Orang nomor satu di bumi Sukowati itu berharap virus Covid-19 jenis Omicron ini tidak sampai di Sragen dan tidak menimbulkan kegaduhan seperti yang kemarin.

Yuni mengaku Pemkab Sragen melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen saat ini lebih siap dalam penanganan Covid-19. Seperti tersedianya tempat isolasi terpusat (isoter) dan ruang isolasi di rumah sakit.

Kendati demikian, Yuni bersyukur sejauh ini kasus varian Omicron di Indonesia lebih banyak yang dirawat di rumah, atau isolasi dirumah.

Hanya saja, untuk mengawasi kasus Covid-19 Omicron jika nanti masuk Sragen akan lebih menggerakkan satgas Covid-19 desa dan bidan desa untuk mengawasi.

"Alhamdulillah kasus Omicron lebih banyak dirawat di rumah Tidak perlu sampai ke rumah sakit. Tentu jika isolasi dirumah persiapan kita nanti satgas Covid-19 desa harus siap dan bidan desa juga harus standby," lanjut Yuni.

Berbeda dari jenis varian Delta dimana pasien mengalami perburukannya lebih cepat sehingga harus dekat dengan fasilitas kesehatan. Namun untuk Omicron lebih bergejala ringan bahkan tanpa gejala.

Sementara itu, situasi Covid-19 di Sragen sendiri hingga kini masih terkendali. Dua isoter, yakni di Technopark dan Kragilan, Gemolong, tidak berpenghuni. Juga dengan ruang isolasi Covid-19 di rumah sakit kosong. (uti)

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati disela-sela pencanangan vaksinasi Covid-19 Booster di UPTPK Sragen, Selasa (18/1/2022)


Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved