Berita Semarang

DPRD Kota Semarang Minta Subsidi Minyak Goreng Segera Diterapkan di Pasar Tradisional

Distribusi minyak goreng bersubsidi saat ini baru ada di pasar-pasar modern. Sementara di pasar tradisional harga terlihat masih biasa.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Distribusi minyak goreng bersubsidi saat ini baru ada di pasar-pasar modern.

Harga minyak goreng di pasar tradisional Kota Semarang masih menyesuaikan harga pasar.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mendorong pemerintah segera memberlakukan subsidi harga minyak goreng di pasar tradisional. Pasalnya, kalangan menengah kebawah mayoritas belanja di pasar tradisional.

Sehingga, dia mendorong harga minyak goreng di pasar tradisional segera disesuaikan agar subsidi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat menengah ke bawah.

"Yang sangat terasa sekali kan menengah ke bawah. Secepatnya harus bisa diberlakukan di pasar tradisional," pintanya, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Pasar Tradisional Dminta Sesuaikan Harga Minyak Goreng Rp 14 ribu Mulai Pekan Depan

Baca juga: Pijar Park Kudus Buktikan Pengembangan Wisata Desa Bisa Berhasil Dikembangkan

Dia minta Dinas Perdagangan bisa mengajak DPRD dan stakeholder terkait melakukan monitoring untuk melihat sejauh mana kebijakan tersebut dilaksanakan.

Jangan sampai, kata dia, banyak pedagang yang menyimpang atau tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Pemantauan terhadap distributor atau tengkulak juga perlu dilakukan agar tidak terjadi penimbunan. Dinas Perdagangan juga didorong untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut.

"Yang jelas langkah pertama sosialisasi, kedua diingatkan. Kalau memang masih tidak menerapkan aturan bisa diingatkan secara lisan. Pemkot harus mengambil tindakan tegas hingga pencabutan izin usaha jika pengusaha membandel," papar politisi Partai Gerindra.

Dia pun mengapresiasi kebijakan pemerintah meratakan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter.

Pasalnya, perekonomian masa pandemi ini belum stabil.

Perindustrian juga belum maksimal.

Baca juga: Dengan Tenang dan Tanpa Berlinang Air Mata Herry Wirawan Minta Hukumannya Dikurangi

Baca juga: Chairul Tanjung Pemilik Bank Mega dan Trans Corp, Putri Tanjung Tak Boleh Utang Modal ke Ayah

Begitu pula perputaran ekonomi masyarakat belum maksimal. Penyamarataan harga minyak goreng ini sangat membantu masyarakat.

Dia berharap, kebijakan subsidi bisa diterapkan di bahan pokok lainnya yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

"Itu jauh lebih bagus karena ekonomi masyarakat masih sulit. Ini sudah mulai merangkak tapi belum maksimal," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved