OTT KPK

Kronologi OTT Hakim Itong di Surabaya: Penyerahan Uang Terjadi di Area Parkir PN Surabaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Surabaya, Jawa Timur

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers penahanan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2022) malam. KPK resmi menahan Itong Isnaeni Hidayat bersama 2 tersangka lainnya dengan barang bukti uang tunai Rp 140 juta terkait pengurusan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Langkat, Sumatera Utara, tetapi juga di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (19/1).

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap total lima orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur.

"KPK mengamankan 5 orang terdiri dari hakim, panitera pengganti, pengacara dan swasta," ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Kamis (20/1).

Ali menyampaikan lima orang tersebut masih dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Turut diamankan pula bukti uang ratusan juta dalam pecahan rupiah yang masih dihitung dan dikonfirmasi kepada para terperiksa," kata Ali.

OTT tersebut terkait dengan dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Hanya saja, KPK belum menyampaikan spesifik mengenai perkara dimaksud.

Mereka akan menyampaikan hal itu berikut pihak-pihak yang ditetapkan menjadi tersangka dalam konferensi pers mendatang.

Beberapa pihak yang ditangkap yaitu hakim PN Surabaya atas nama Itong Isnaeni Hidayat dan panitera pengganti PN Surabaya bernama Hamdan.

Sementara itu, Humas PN Surabaya, Martin Ginting, menuturkan OTT KPK terhadap hakim Itong berkaitan dengan perkara hubungan industrial.

Di sisi lain, Jubir Bicara Mahkamah Agung (MA) hakim agung Andi Samsan Nganro menyatakan, penangkapan tersebut dilakukan KPK pada Kamis (20/1) pagi.

"Informasi dari Ketua PN Surabaya, bahwa pagi tadi sekitar pukul 05.00 - 05.30 WIB, KPK datang ke kantor PN Surabaya," ujar Andi, melalui keterangan tertulis, Kamis.

Andi menuturkan, kedatangan KPK itu untuk membawa seorang hakim bernama Itong Isnaeni Hidayat dan Panitera Pengganti bernama Hamdan.

Menurut dia, pihak KPK juga telah melakukan penggeledahan terhadap ruangan hakim yang ditangkap tersebut.

"Menurut Ketua PN Surabaya, penangkapan ini baru diketahui pagi tadi ketika KPK datang ke PN Surabaya," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved